By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Perawat Judes Bisa Akibatkan Pasien Tambah Sakit
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Perawat Judes Bisa Akibatkan Pasien Tambah Sakit

Last updated: 7 Juli 2019 17:43 17:43
Jatengdaily.com
Published: 7 Juli 2019 17:43
Share
Dr Rita Kartika Sari, dosen Fakultas Kedokteran Unissula dan Magister Keperawatan Undip, saat memaparkan pentingnya penerapan soft skill pada upaya perawatan pasien atau pelayanan keaehatan, pada sarasehan keperawatan gelaran PPNI Kabupaten Demak. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Komunikasi efektif di samping sugesti diyakini mampu mempercepat kesembuhan pasien, di samping pengaplikasian obat-obatan medis tentunya. Karenanya ratusan anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Demak disegarkan kembali pemahaman mereka, tentang pentingnya soft skill dalam rangka peningkatan pelayanan pasien.

Pada seminar keperawatan bertema ‘Softskill Dalam Peningkatan Pelayanan Keperawatan Untuk kepuasan Pasien’, Ketua PPNI Kabupaten Demak H Soekarjo mengungkapkan, tak sedikit keluhan pasien diterima terkait pelayanan keperawatan. Seperti minimnya komunikasi petugas kesehataan, sehingga terkadang pasien merasa tidak di-uwongke.

“Padahal diakui atau tidak, banyak pasien sembuh atau minimal berkurang keluhan sakitnya setelah mendapatkan pelayanan yang ramah petugas kesehatan. Seperti sugesti, setelah bertemu dan ngobrol dengan perawatnya yang santun dan ramah, sakit mereka berkurang,” kata Soekardjo, yang sering disapa Pak Mantri Karjo itu, Minggu (7/7/2019).

Hal sama disampaikan dr Rita Kartikasari, dosen Fakultas Kedokteran Unissula dan Magister Keperawatan Undip yang hadir sebagai narasumber sarasehan PPNI tersebut. Menurutnya, kepandaian bidang keperawatan saja tidak cukup untuk mengobati pasien. Dibutuhkan soft skill, untuk menunjang pelayanan kesehatan berkualitas.

“Meski tidak cantik atau ganteng, asalkan tidak galak dan senantiasa menyapa pasien dengan santun, sambil mengajak mereka berkomunikasi, optimis mampu membantu mempercepat pemulihan kesehatan. Sebaliknya, meski pandai tapi judes, pasien bisa kabur atau tambah sakit,” tuturnya.

Namun demikian, Soekarjo yakin, 865 anggota PPNI Kabupaten Demak yang tersebar di 27 puskesmas, tiga rumah sakit dan puluhan fasilitas kesehatan di Kota Wali telah menerapkan soft skill saat melaksanakan tugas pelayanan kesehatan. Kalau pun ada beberapa yang kurang optimal pengaplikasian soft skill-nya, bisa jadi karena ada persoalan lain menyebabkannya.

“Seperti disebabkan faktor kesejahteraan yang belum sesuai standar minimal misalnya. Sehingga menjadi salah satu target kerja PPNI Kabupaten Demak adalah memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggotanya,” tandasnya, didampingi Sektretaris DPD PPNI Kabupaten Demak, Sumitro. rie-yds

You Might Also Like

Sebanyak 39 Madrasah Dinegerikan
Tya Subiakto dan Erramono Soekarjo Siap jadi Narasumber Giat Ngulik
Peternak Diajak Tekan Laju Penularan Penyakit Cacar Sapi
Bareskrim Polri Bidik Ribuan Aplikasi Pinjol Ilegal Yang Rugikan Warga
Sambut Nataru, Saloka Theme Park Suguhkan Event Menarik hingga Pecahkan Rekor Muri
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?