JAKARTA (Jatengdaily.com)- Penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health menunjukkan bahwa tidur malam yang berkualitas merupakan kunci untuk menjaga kesehatan.
Orang yang tidurnya terlalu sedikit berisiko lebih tinggi mengalami obesitas, gangguan kesehatan mental, dan penyakit kardiovaskular atau gangguang jantung dan pembuluh darah dibandingkan mereka yang bisa tidur rata-rata delapan jam per malam.
Mengerti akan pentingnya tidur yang berkualitas bagi kesehatan, CEO Zepp Health, Wayne Huang, mengatakan perusahaan smart wearable terkemuka Zepp Health, baru-baru ini merilis International Sleep White Paper 2021 dengan mengolah data yang diambil dari perangkat wearable pintar Amazfit dan Zepp.
Laporan tersebut berisi temuan utama terkait kualitas dan durasi tidur lebih dari 26 juta pengguna global, untuk membantu pengguna lebih memahami korelasi antara status kesehatan dan kondisi tidur.
Beberapa penemuan menarik yang dilaporkan diantaranya adalah durasi tidur rata-rata global menurun dibandingkan tahun 2020.
Temuan lain, dimana rata-rata durasi tidur orang di Indonesia hanya 6,5 jam. Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur per malam, sementara anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak tidur malam mulai dari delapan hingga 10 jam.
Padahal gaya hidup aktif menghasilkan kualitas tidur yang lebih baik, dan tubuh cenderung mempertahankan kinerja yang lebih baik dengan rata-rata 7 – 8 jam tidur.
Perusahaan yang berhasil meraih peringkat lima besar dalam pengiriman jam tangan dewasa secara global menurut data baru dari International Data Corporation (IDC) Worldwide Quarterly Wearable Device Tracker ini, memiliki visi menciptakan produk cerdas yang memberdayakan gaya hidup sehat.
Teknologi canggih pemantau tidur ini dapat ditemukan dalam seluruh model smartwatch Amazfit dan secara akurat melacak tahapan tidur pengguna dan memeriksa kualitas pernapasan tidur mereka.
Gaya hidup aktif menghasilkan kualitas tidur yang lebih baik, detak jantung istirahat yang lebih rendah, dan BMI yang lebih sehat.
Laporan tahunan Zepp Health menunjukkan bahwa pengguna yang berjalan 12.000 hingga 20.000 langkah per hari mempertahankan kualitas tidur yang lebih tinggi dan detak jantung istirahat yang lebih sehat yaitu sekitar 62. Latihan aerobik menengah bermanfaat bagi penderita insomnia. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk berolahraga secara teratur dan mempertahankan gaya hidup aktif untuk meningkatkan kualitas tidur dan memperpanjang durasi tidur.
Laporan Zepp Health ini juga menyoroti bahwa tidur yang cukup dapat secara positif mempengaruhi kinerja fisik secara keseluruhan, kualitas tidur, dan mengurangi stres. Laporan ini juga menunjukkan bahwa dengan tujuh hingga delapan jam tidur, tubuh kemungkinan besar akan mempertahankan skor BMI yang lebih sehat, serta skor tidur yang lebih baik.
Wayne Huang, mengatakan komitmen dalam memanfaatkan kekuatan teknologi untuk memberdayakan masyarakat agar menjalani gaya hidup yang lebih sehat. ”Kami akan terus fokus untuk memberikan layanan terbaik sebagai smart wearable yang dibangun berdasarkan inovasi yang berpusat pada manusia. Termasuk untuk mendukung pengguna dalam menjalani olahraga,” jelasnya.


