SEMARANG (Jatengdaily.com) – Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah menyebut dampak jebolnya tanggul di kawasan Lamicitra Nusantara Semarang membuat jatuh puluhan perusahaan yang mayoritas berorientasi ekspor. Bencana hidrologis tersebut hingga membuat pengusaha menyetop aktivitas hingga proses ekspor mundur.
“Ada gangguan, ekspor mereka tertunda, perusahaan mundur kira-kira 1-2 bulan ke belakang,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi, Rabu (1/6/2022).
Para pengusaha sangat mengeluhkan terjadinya banjir rob yang diluar dugaan tersebut.
“Mereka tidak bisa apa-apa, air masuk ke pabrik tergenang ada juga mesin yang kena,” ungkapnya.
Kejadian tersebut merupakan bagian risiko yang dilalui oleh seorang pengusaha. Kendati sekarang ini waktu yang bagus untuk produksi dan ekspor dengan tanda pandemi Covid-19 sudah mulai melandai.
“Mereka perlu waktu perbaikan, pembersihan dan sebagainya,” ujarnya.
Terkait kerugian pada perusahaan yang tidak beroperasi dampak banjir rob sejak senin 23 Mei 2022 lalu mencapai puluhan perusahaan di kawasan Lamicitra Tanjung Emas Semarang.
“Ada 20 sampai 30 perusahaan kerugian miliaran rupiah. Saya harapkan kepada perusahaan kena dampak banjir rob bisa bangkit, mungkin 1-2 minggu bisa kembali normal,” jelasnya.
Perombakan insfratruktur di kawasan berikat tersebut harus segera dilakukan agar bencana tersebut tidak terulang kembali.
“Kalau tidak, lama-lama semua pabrik di sana tutup dan angka pengangguran semakin meningkat,” tandasnya. adri-she
0



