By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sayung ODF 100 Persen “The Last, But Not the Least”
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Sayung ODF 100 Persen “The Last, But Not the Least”

Last updated: 16 Agustus 2022 17:40 17:40
Jatengdaily.com
Published: 16 Agustus 2022 17:39
Share
Plt Camat Sayung Wiwin Edi Widodo didampingi Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Sri Pudji Astuti, Plt Kepala Puskesmas Sayung I dr Eka Novaryanti Dalimunthe dan Plt Kepala Puskesmas Sayung II dr Bymo Sunyoto saat memimpin pembacaan ikrar Deklarasi Sayung ODF. Foto : sari jati
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Sebanyak 20 kepala desa di wilayah Kecamatan Sayung resmi mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF), Selasa (16/8). Bertempat di Aula Kecamatan Sayung, pembacaan ikrar komitmen stop buang air besar sembarangan dipimpin oleh Plt Camat Sayung Wiwin Edi Widodo SSos MM.

Hadir menyaksikan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Sri Pudji Astuti SKM MKes didampingi Plt Kepala Puskesmas Sayung I dr Eka Novaryanti Dalimunthe serta Plt Kepala Puskesmas Sayung II dr Bymo Sunyoto. Di samping pula jajaran pejabat Forkompimcam Sayung.

Menjadi kecamatan terakhir di Kabupaten Demak yang mendeklarasikan ODF, menurut Wiwin Edi Widodo, bukan perkara tidak mampu dalam pengadaan sarpras berupa jamban sehat, namun lebih pada kendala faktor alam atau geografis. “Sebagian Sayung adalah wilayah pesisir, jadi genangan rob turut serta menjadi penyebab banyak warga tidak dapat mengakses jamban sehat,” ujarnya.

Hal sama disampaikan Plt Kepala Puskesmas Sayung I dr Eka Novaryanti Dalimunthe, bahwa rob atau air pasang laut bertahun-tahun menjadi rutinitas di Sayung sisi utara. Utamanya pada bulan baru dan bulan penuh atau purnama. Karena permukaan air laut lebih tinggi dari pemukiman, berimbas pada tertutupnya saluran pembuangan limbah rumah tangga. Termasuk saluran jamban keluarga.

Di sisi lain, Plt Kepala Puskesmas Sayung II dr Bymo Sunyoto menambahkan, bahwa ODF bukan soal jumlah jamban, tapi lebih pada persoalan mind set atau kesadaran tidak buang air besar di sembarang tempat. Ketika 33.208 KK telah sadar ODF, maka meski tidak memiliki jamban sehat, dia akan mencari akses jamban sehat.

“Seiring dengan selesainya pembangunan jalan tol yang sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut, diharap rob teratasi. Pada saat sama, masyarakat diarahkan pada pembuatan jamban khusus untuk wilayah dengan karakter pesisir berikut persoalan robnya,” kata dr Bymo Sunyoto.


Para kades di wilayah Kecamatan Sayung saat menandatangani komitmen mewujudkan desa ODF, disaksikan Plt Camat Sayung Wiwin Edi Widodo serta Plt Kepala Puskesmas Sayung I dr Eka Novaryanti Dalimunthe dan Plt Kepala Puskesmas Sayung II dr Bymo Sunyoto. Foto : sari jati

Gayung bersambut. Pemerintah daerah melalui OPD terkait, telah berkoordinasi pemerintah desa juga instansi samping dalam hal meningkatkan akses jamban sehat bagi masyarakat. Sehingga target Kabupaten Demak ODF 100 persen pada November 2022 terwujud.

“Walau terakhir deklarasi ODF, diharapkan ‘the last, but not the least’. Artinya, tidak mudahnya mengakses jamban sehat bukan karena tidak mau tapi karena situasi. Deklarasi ODF baru awal dari sebuah komitmen untuk menjaga kesehatan lingkungan. Sebab kebersihan lingkungan mempengaruhi kesehatan warganya. Termasuk stunting,” kata Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Sri Pudji Astuti.

Untuk itu pemerintah desa bisa mengalokasikan bantuan jamban sehat pada APBDes, di samping menggandeng BUMD atau wasta lewat dana CSR. Kabar baiknya, Dinas PU PR Kabupaten Demak telah mengalokasikan bantuan jamban sehat sebanyak 2.500 unit pada tahun anggaran 2023. Hanya saja, harus siap data by name by address.

Tak lupa di akhir deklarasi yang dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen juga penyerahan piagam ODF, Sri Pudji Astuti kembali mengingatkan agar kades mengingatkan warganya menuntaskan vaksinasi booster untuk pencegahan covid-19. Selain juga tetap melaksanakan protokol kesehatan, karena meski kasus menurun namun virus corona varian terbaru masih ada. rie-st

 

You Might Also Like

Ramadan, RFB Semarang Berbagi Santunan kepada Anak Yatim
Angka Kemiskinan di Kota Semarang Turun, Mbak Ita Dinilai Mampu Sinergikan Pemerintah dan Masyarakat
1,7 Juta Bayi Belum Diimunisasi Dasar, Potensi Kendala Harus Segera Diatasi
Dompet Dhuafa Gelar UMKM Festival di Klaten
Lansia Diprioritaskan, Jateng Targetkan Percepatan Vaksinasi hingga 300 Persen
TAGGED:"The LastBut Not the Least"Open Defecation Free (ODF)Sayung ODF 100 Persen
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?