By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Bali Makãrya Film Festival 2022 Ditingkatkan ke Asia Tenggara
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Entertainment

Bali Makãrya Film Festival 2022 Ditingkatkan ke Asia Tenggara

Last updated: 18 Agustus 2022 22:15 22:15
Jatengdaily.com
Published: 18 Agustus 2022 22:14
Share
Dari kiri ke kanan: John Badalu (Direktur Program), Tommy F Awuy (Pendiri & Dewan Pengarah), Ahmad Mahendra (Direktur Perfilman, Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) , Leni Lolang (Dewan Pengarah), Ayu Laksmi (Dewan Pengarah). Foto:dok SB
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Satu lagi festival film bertaraf internasional, setelah sebelumnya Balinale Internasional Festival Film. Kali ini dari anak bangsa, menggagas Festival Film berskala Internasional dengan label Bali Makarya Film.

“Bali Makarya Film digagas dan dilaksanakan oleh 100 persen anak negeri, tanpa mengenyampingkan festival yang sudah ada,” ujar Tommy F Awuy, Dewan Pengarah, Penggagas Bali Makarya Film ketika bincang dengan penulis di Chez Gado-gado Resto & Cafe, Seminyak Bali, Senin (16/8/2022).

Bali Makãrya Film Festival 2022 yang akan berlangsung pada 16 – 21 Oktober 2022 ini terdiri dari rangkaian kegiatan berupa kolaborasi seni dalam lima bidang utama antara lain; film, musik, sastra, teater, dan keunikan nilai-nilai budaya sebagaimana lima fenomena unsur alam semesta yang berkaitan langsung dengan lima jari manusia pada tangan dan kaki.

Mendukung festival ini, Direktur Perfilman, Musik, dan Media (Direktur PMM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ahmad Mahendra,menegaskan Kemendikbudristek berkomitmen untuk terus mendukung berbagai festival yang diinisiasi komunitas sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa.

Menurut Mahendra, film merupakan salah satu hasil cipta rasa dan karsa yang bukan semata menjadi upaya pemenuhan kehidupan, melainkan pula daya kekayaan manusia. Peran film penting sebagai media hiburan, penggerak ekonomi, pariwisata, dan juga sebagai media untuk mensosialisasikan isu-isu kehidupan sosial, sehingga terbukanya dialog di antara masyakarat melalui bahasa audiovisual.

“Bali Makãrya yang selama dua tahun ini telah berhasil menggeliatkan kembali sineas Indonesia agar terus meningkatkan kualitas sehingga mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional,” kata Ahmad Mahendra.

Untuk itu, lanjut Mahendra, “Segala upaya dalam memajukan dunia perfilman perlu didukung. Karena peran film sebagai salah satu bentuk kesenian yang paling mudah diterima oleh masyarakat.”

Dewan pengarah sekaligus pendiri dan penggagas Bali Makãrya Film Festival, Tommy F Awuy, mengatakan bahwa festival ini bertujuan mengembangkan apresiasi dan juga melahirkan profesional-profesional di bidang film. Pertukaran budaya dengan negara-negara lain dan berjejaring secara profesional.

Bali Makãrya juga ingin menjadikan Bali sebagai sentra (hub) atau kiblat yang ideal untuk festival festival film terpenting khususnya di Asia Tenggara. “Penting juga disampaikan bahwa sebutan Bali dalam hal ini bukan saja bermakna sebagai teritori administratif Provinsi Bali dan bukan pula representasi dari suku bangsa Bali, tetapi Bali adalah perwakilan dari satu ‘kesatuan rasa’ berkebangsaan Indonesia dan warga dunia. Memasuki masa pascapandemi Covid-19, sudah saatnya Bali sebagai satu ‘kesatuan rasa’ mulai melangkah bergerak untuk menghasilkan karya yang laik dipersembahkan untuk kemanusiaan dan lingkungan,” pungkas Tommy F Awuy. SB-st

You Might Also Like

Tayang Hari Ini, Film Belum Ada Judul  Tentang Pengorbanan Seorang Guru
Yura Yunita, Ndarboy Genk, Idgitaf, Shaggydog, hingga Soegi Bornean Gebrak Semarang di Ajang Collabonation Tour
Kukira Kau Rumah, Film Tentang Gangguan Mental
Draf Final Music20 akan Diserahkan Kepada Presiden Joko Widodo
Lama Absen Menyanyi, Nana Mardiana Come Back di Industri Musik
TAGGED:Bali Makãrya Film Festival 2022Bali Makarya Film.Ditingkatkan ke Asia Tenggara
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?