By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Seniman dan Difabel Goreskan Lukisan Abstrak di HUT ke-27 PT Marifood
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Seniman dan Difabel Goreskan Lukisan Abstrak di HUT ke-27 PT Marifood

Last updated: 1 September 2022 14:20 14:20
Jatengdaily.com
Published: 1 September 2022 14:20
Share
Direktur PT Marifood berdialog dengan para seniman Semarang yang tergabung dalam Klabers (Kelas Bersama) pada HUT ke-27 PT Marifood, Kamis (01/09/2022). Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Perayaan 27 Tahun PT Marimas Putra Kencana (PT Marfood) terlihat semarak. Upacara seremonial ultah kali ini bukan mengundang para pejabat, melainkan menghadirkan puluhan seniman Semarang dan para difabel. Para seniman yang tergabung dalam Klabers (Kelas Bersama) dan difabel itu mencurahkan idenya dengan melukis mural di dinding aula kantor PT Marifood, kawasan Industri Candi, Gatot Subroto Semarang, Kamis (01/09/2022).

Para difabel sengaja didatangkan untuk melukis di kotak boks yang telah disediakan. Bukan hanya para seniman dan para difabel, Direktur PT Marifood, Harjanto Halim pun juga ikut terlibat menorehkan kuwas untuk melukis abstrak. Pada kesempatan itu, personel Klabers juga melukis di wajah bos Marifood tersebut, dengan lukisan bendera merah putih dan angka 27, sebagai pertanda ulang tahun PT Marifood.

”Kehadiran para seniman dan difabel secara spontan menuangkan ide seninya melukis mural di dinding dan boks yang disediakan. Biarkan anak muda ekspresif, aku bukan mau yang emas, aku hanya butiran Marimas, tapi jangan larang aku untuk menceritakan dan memaniskan hari-harimu,” ujar Harjanto Halim, sedikit berpuisi.

Direktur Marifood, Harjanto Halim dilukis wajahnya oleh personel Klabers di aula kantor Marifood. Foto:dok

Harjanto mengakui, istilahnya di dalam dunia bisnis selama 27 tahun juga menyadari ada tanggung jawab sosial yang juga harus diangkat bersama. Salah satunya mungkin dengan mengangkat seniman-seniman dari Semarang, khususnya yang memiliki jiwa seni luar biasa sekali.

”Dengan kolaborasi ini kita juga ikut terangkat, bukan kita yang mengangkat kaki, tetapi kita juga terangkat dari karya-karya mereka. Sedangkan kegiatan sosial mengundang anak-anak difabel, tapi yang penting juga kita ingin menunjukkan kepada semua orang,” katanya.

Menurut dia, semua orang terutama pengusaha-pengusaha di Indonesia juga harus optimis menatap ke depan dengan warna-warna yang ceria. Melalui kolaborasi dengan para seniman tersebut, selain ikut meramaikan HUT PT Marifood, mudah-mudahan nanti langkah-langkah kolaborasi ini bisa diikuti oleh pengusaha-pengusaha lain dengan seniman, dan yayasan sosial.

Sebelumnya PT Marifood juga menggelar berbagai kegiatan, di antaranya donor darah yang dilaksanakan pada 20 Agustus 2022 lalu, menggerakkan UKM dengan menghidupkan kuliner di Aloon-aloon Kauman Semarang selama tiga hari tiap akhir pekan.

”Masjid Kauman yang punya lahan, para pedagang kuliner bisa terdongkrak ekonominya, sehingga sangat luar biasa untuk meningkatkan produksi ekonomi. Ke depan diharapkan kuliner Kauman menjadi magnet dan destinasi kuliner yang dikenal mayarakat Semarang dan luar Kota Semarang,” ujar Harjanto.

Koordinator Klabers, Andy Sueb menyatakan berterima kasih kepada Marimas. Karena pada HUT ke-27 ini, Marimas mengajak dan merangkul temen-temen yang punya keistimewaan untuk berkarya bersama. Terdapat 15 personel seniman Semarang dari berbagai genre, ada yang sketcher ada yang karikatur , ada yang pakai pen brush dan ada yang melukis menggunakan pena.

”Mereka dibebaskan untuk menuangkan idenya masing-masing sesuka hatinya. Ada yang melukis wajah, ada yang melukis abstrak, terserah mereka menuangkannya, ya terpenting mereka senang,” ujar Andy Sueb.st

You Might Also Like

FKUB Jateng Minta Agar Umat Beragama Tak Terbelah
Jelang Pilkada Serentak, Semua TPS Disemprot Disinfektan
Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat, Pemkab Jepara Dirikan Dapur Umum Khusus Siapkan Sajian Berbuka
Terinspirasi Baju APD Covid-19, Perawat Pekalongan Ini Rancang Busana ‘The New Beginning’
Pupuk Talenta Muda, SIG Fasilitasi Sekolah Sepak Bola U-17
TAGGED:HUT ke-27 PT MarifoodPT Marimas Kencana PutraSeniman dan Difabel Goreskan Lukisan AbstrakUndang anak difabelUndang seniman Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?