Caregiver Terintegrasi Perkesmas, Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

4 Min Read
Pj Lansia Puskesmas Wedung I Wiryanti, saat jemput bola ke desa-desa memeriksa kesehatan para lansia sebagai bagian program perkesmas dalam rangka penerapan PHBS.Foto:dok

DEMAK (Jatengdaily.com) – Memiliki tubuh sehat dan bugar hingga lanjut usia (lansia) merupakan dambaan setiap insan. Namun agar hidup sehat lebih lama, perlu juga adanya rasa bahagia. Sebab kesehatan dan kebahagiaan saling terkait.

Tak terkecuali para lansia. Kebahagiaan termasuk salah satu hal yang penting dan harus ada bagi mereka. Mengapa? Saat seorang lansia merasa bahagia, ia cenderung memiliki fisik yang sehat, begitu pula sebaliknya. Lansia yang bahagia menunjukkan kesehatan mentalnya juga terjaga.
Dengan adanya pendampingan, setidaknya para lansia tidak merasa tersisih dari kelompoknya. Sebab mereka merasa diperhatikan oleh orang-orang sekitarnya, ada tempat berbagi keluh kesah, serta tidak lagi merasa sendiri.

Kepala Puskesmas Wedung I dr Urip Suprihadi MKes menuturkan, saat ini 27,30 persen lansia tinggal bersama keluarga, dan 40,64 persen tinggal bersama anak cucu atau tiga generasi. Sementara rasio ketergantungan lansia terus meningkat, dan saat ini 100 penduduk usia produktif harus menanggung 15,3 lansia.

Ketika penduduk lansia dalam kondisi sehat, aktif, dan produktif, maka besarnya jumlah penduduk lansia berdampak positif bagi keluarga dan masyarakat. “Sebaliknya bila lansia mengalami keterbatasan atau disabilitas, maka dibutuhkan perawatan jangka panjang yang perlu dibantu oleh pendamping,” ujarnya, didampingi Penanggungjawab Lansia Puskesmas Wedung I Wiryanti SST, Sabtu (24/9).

Sementara itu caregiver atau pendamping lansia berbeda dengan tenaga kesehatan. Sebab mereka tidak berlatar belakang profesi sebagai perawat. Itulah sebabnya caregiver tidak bisa memberikan layanan kesehatan. Termasuk melakukan tindakan medis atau keperawatan tertentu seperti memasang infus, menyuntik, memasang selang makanan dari hidung (NGT), pasang kateter dan lainnya.

Namun demikian caregiver dapat memberikan pertolongan darurat, sambil mengupayakan menghubungi tenaga kesehatan terdekat. Karena merawat seorang lansia memang tidak boleh dilakukan sembarangan. Alih-alih membantu merawat dan menjaga, kehadiran pendamping yang sembarangan justru membuat lansia tidak nyaman. Terlebih lagi dengan fisik yang semakin ringkih atau rapuh.

Di sinilah pentingnya caregiver terintegrasi dengan Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas). Yakni salah satu program layanan puskesmas dalam rangka mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, dengan memadukan ilmu / praktik keperawatan terhadap kesehatan masyarakat lewat dukungan peran serta aktif masyarakat, yang mengutamakan pelayanan promotif dan preventif.

“Peran perawat utama dari perkesmas adalah memberikan asuhan keperawatan pada individu, keluarga, termasuk caregiver, kelompok dan masyarakat, baik yang sehat maupun yang sakit. Atau mereka yang mempunyai masalah kesehatan/keperawatan di rumah, sekolah, panti dan sebagainya sesuai kebutuhan,” terang dr Urip Suprihadi.

Sedangkan fungsi dan tugas caregiver adalah untuk meringankan beban pasien atau keluarga pasien supaya dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. “Maka itu caregiver disarankan kerabat atau orang yang satu tinggal rumah dengan lansia atau orang risiko tinggi. Karena tugasnya membantu mengatasi kesulitan-kesulitan orang yang dirawatnya, yang memiliki keterbatasan kemampuan, baik karena kondisi kesehatan tertentu ataupun usia,” imbuh Wiryanti.

Adapun termasuk kegiatan perkermas adalah melakukan deteksi dini dan pelayanan kesehatan pada keluarga resiko tinggi ataupun rawan seperti ibu hamil, bayi, balita, usia lanjut dan penyakit kronis di keluarga lansia. Selain itu, perkesmas juga melakukan kunjungan rumah untuk memberikan pembinaan, pendamping sekaligus edukasi tentang asuhan keperawatan di rumah, konsultasi dan problem solving.

Dari hasil kunjungan jemput bola ke desa-desa yang dilakukan dengan standar protokol kesehatan, tak jarang dijumpai beberapa lansia yang sudah demensia (pikun). Di samping penemuan deteksi riwayat penyakit tidak menular (PTM) dalam keluarga sasaran seperti tekanan darah tinggi, DM (Diabetes Melitus), dan riwayat penyakit TBC. Setelah terdeteksi perawat perkesmas memberikan edukasi diet makan sesuai penyakit yang diderita. Termasuk himbauan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).st

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.