By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Caregiver Terintegrasi Perkesmas, Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Caregiver Terintegrasi Perkesmas, Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

Last updated: 24 September 2022 18:27 18:27
Jatengdaily.com
Published: 24 September 2022 18:27
Share
Pj Lansia Puskesmas Wedung I Wiryanti, saat jemput bola ke desa-desa memeriksa kesehatan para lansia sebagai bagian program perkesmas dalam rangka penerapan PHBS.Foto:dok
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Memiliki tubuh sehat dan bugar hingga lanjut usia (lansia) merupakan dambaan setiap insan. Namun agar hidup sehat lebih lama, perlu juga adanya rasa bahagia. Sebab kesehatan dan kebahagiaan saling terkait.

Tak terkecuali para lansia. Kebahagiaan termasuk salah satu hal yang penting dan harus ada bagi mereka. Mengapa? Saat seorang lansia merasa bahagia, ia cenderung memiliki fisik yang sehat, begitu pula sebaliknya. Lansia yang bahagia menunjukkan kesehatan mentalnya juga terjaga.
Dengan adanya pendampingan, setidaknya para lansia tidak merasa tersisih dari kelompoknya. Sebab mereka merasa diperhatikan oleh orang-orang sekitarnya, ada tempat berbagi keluh kesah, serta tidak lagi merasa sendiri.

Kepala Puskesmas Wedung I dr Urip Suprihadi MKes menuturkan, saat ini 27,30 persen lansia tinggal bersama keluarga, dan 40,64 persen tinggal bersama anak cucu atau tiga generasi. Sementara rasio ketergantungan lansia terus meningkat, dan saat ini 100 penduduk usia produktif harus menanggung 15,3 lansia.

Ketika penduduk lansia dalam kondisi sehat, aktif, dan produktif, maka besarnya jumlah penduduk lansia berdampak positif bagi keluarga dan masyarakat. “Sebaliknya bila lansia mengalami keterbatasan atau disabilitas, maka dibutuhkan perawatan jangka panjang yang perlu dibantu oleh pendamping,” ujarnya, didampingi Penanggungjawab Lansia Puskesmas Wedung I Wiryanti SST, Sabtu (24/9).

Sementara itu caregiver atau pendamping lansia berbeda dengan tenaga kesehatan. Sebab mereka tidak berlatar belakang profesi sebagai perawat. Itulah sebabnya caregiver tidak bisa memberikan layanan kesehatan. Termasuk melakukan tindakan medis atau keperawatan tertentu seperti memasang infus, menyuntik, memasang selang makanan dari hidung (NGT), pasang kateter dan lainnya.

Namun demikian caregiver dapat memberikan pertolongan darurat, sambil mengupayakan menghubungi tenaga kesehatan terdekat. Karena merawat seorang lansia memang tidak boleh dilakukan sembarangan. Alih-alih membantu merawat dan menjaga, kehadiran pendamping yang sembarangan justru membuat lansia tidak nyaman. Terlebih lagi dengan fisik yang semakin ringkih atau rapuh.

Di sinilah pentingnya caregiver terintegrasi dengan Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas). Yakni salah satu program layanan puskesmas dalam rangka mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, dengan memadukan ilmu / praktik keperawatan terhadap kesehatan masyarakat lewat dukungan peran serta aktif masyarakat, yang mengutamakan pelayanan promotif dan preventif.

“Peran perawat utama dari perkesmas adalah memberikan asuhan keperawatan pada individu, keluarga, termasuk caregiver, kelompok dan masyarakat, baik yang sehat maupun yang sakit. Atau mereka yang mempunyai masalah kesehatan/keperawatan di rumah, sekolah, panti dan sebagainya sesuai kebutuhan,” terang dr Urip Suprihadi.

Sedangkan fungsi dan tugas caregiver adalah untuk meringankan beban pasien atau keluarga pasien supaya dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. “Maka itu caregiver disarankan kerabat atau orang yang satu tinggal rumah dengan lansia atau orang risiko tinggi. Karena tugasnya membantu mengatasi kesulitan-kesulitan orang yang dirawatnya, yang memiliki keterbatasan kemampuan, baik karena kondisi kesehatan tertentu ataupun usia,” imbuh Wiryanti.

Adapun termasuk kegiatan perkermas adalah melakukan deteksi dini dan pelayanan kesehatan pada keluarga resiko tinggi ataupun rawan seperti ibu hamil, bayi, balita, usia lanjut dan penyakit kronis di keluarga lansia. Selain itu, perkesmas juga melakukan kunjungan rumah untuk memberikan pembinaan, pendamping sekaligus edukasi tentang asuhan keperawatan di rumah, konsultasi dan problem solving.

Dari hasil kunjungan jemput bola ke desa-desa yang dilakukan dengan standar protokol kesehatan, tak jarang dijumpai beberapa lansia yang sudah demensia (pikun). Di samping penemuan deteksi riwayat penyakit tidak menular (PTM) dalam keluarga sasaran seperti tekanan darah tinggi, DM (Diabetes Melitus), dan riwayat penyakit TBC. Setelah terdeteksi perawat perkesmas memberikan edukasi diet makan sesuai penyakit yang diderita. Termasuk himbauan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).st

You Might Also Like

Pascasembuh COVID-19, Dibantu Sembako Selama Karantina
Jasad Eril, Anak Ridwan Kamil Masih Utuh, Tampan dan Bersih
UU Kesehatan Disahkan, Edy Wuryanto : Beri Rasa Aman dan Restorative Justice untuk Nakes
Fakultas Hukum Unissula Kuatkan Kerjasama Internasional dengan Universiti Kebangsaan Malaysia
Gelar Musrenbang 2022 Secara Virtual, Pemprov Jateng Terima 27.808 Usulan Warga
TAGGED:Caregiver Terintegrasi Perkesmasmeringankan beban pasienTingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?