Waspadai, Kasus Hepatitis Akut di Indonesia Bertambah

4 Min Read
Ilustrasi. Foto: pixabay.com

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kasus baru Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya bertambah. Data per 29 September 2022 pukul 16.00 WIB, kasus probable Hepatitis Akut bertambah 3 kasus sehingga totalnya menjadi 38 orang, kasus pending bertambah 5 orang total 12 orang, sementara kasus discarded tetap di 49 kasus. Dengan demikian total kasus Hepatitis Akut di Indonesia menjadi 99 kasus.

”Akumulasi kasus tersebar di 22 provinsi Sementara 12 provinsi lainnya belum melaporkan adanya temuan kasus Hepatitis Akut,” kata Juru Bicara COVID-19, dr.Mohammad Syahril, Sp.P, MPH dilansir dari laman kemenkes Selasa (10/4/2022).

DKI Jakarta menyumbang kenaikan kasus probable terbanyak dengan 13 kasus, disusul Yogyakarta dan Sumatera Utara dengan 3 kasus, selanjutnya ada Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat dengan 2 kasus.

Lebih lanjut, terkait dengan kondisi pasien, dr. Syahril merinci dari 50 kasus yang terkonfirmasi 17 pasien dinyatakan meninggal, 5 pasien tengah menjalani rawat inap, 24 pasien telah dinyatakan sembuh dan telah pulang, kemudian 4 pasien saat ini menjalani rawat jalan.

Mengingat masih adanya potensi penularan Hepatitis Akut di masyarakat dr. Syahril, kembali mengingatkan bahwa kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat untuk menerapkan protokol Kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak fisik dengan orang lain mutlak harus dilaksanakan agar terhindar dari penularan Hepatitis Akut.

”Cara inilah yang bisa kita pakai untuk memutus rantai penularan, kita menjadi subyek dan obyek perubahan perilaku yang lebih sehat, kita harus produktif tapi mempersyaratkan harus aman dari penularan penyakit menular termasuk Hepatitis Akut,” pungkas dr. Syahril.

Melansir dari halodoc.com, hepatitis adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada organ hati. Kondisi ini bisa terjadi karena infeksi virus, kebiasaan minum alkohol, paparan zat beracun atau obat-obatan tertentu.

Jenisnya terbagi dua berdasarkan sifatnya, yaitu akut dan kronis. Hepatitis akut terjadi secara tiba-tiba dalam kurun waktu yang cenderung singkat. Sementara hepatitis kronis, berkembang perlahan dan merupakan kondisi jangka panjang. Sialnya, keduanya sama-sama mengganggu berbagai fungsi tubuh, terutama yang berkaitan dengan metabolisme.

Penyebab karena infeksi maupun bukan karena infeksi. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini. Contohnya; Faktor lingkungan, perilaku, dan masalah kesehatan tertentu.

Faktor Lingkungan. Contoh faktor lingkungan yang bisa menjadi penyebab atau pemicu penyakit ini, antara lain: Air yang tidak layak untuk diminum atau untuk mencuci peralatan makan. Kurangnya fasilitas sanitasi; Kamar mandi atau tempat cuci tangan.
Kontak dengan jarum suntik bekas, alat suntik, atau benda lain yang terkontaminasi darah yang terinfeksi virus hepatitis.

Ada beberapa perilaku atau aktivitas yang berpotensi terpapar virus, bahan kimia beracun, atau zat penyebab penyakit ini. Berbagi jarum suntik atau benda lain. Melakukan hubungan seksual yang tidak aman; Tidak menggunakan kondom saat berhubungan seks atau bergonta-ganti pasangan dan lainnya.

Adapun sejumlah gejala yang umumnya dialami pengidapnya yaitu:
Mengalami gejala seperti flu, mual, muntah, demam, dan lemas.
Feses berwarna pucat.
Mata dan kulit berubah menjadi kekuningan.
Nyeri di bagian perut.
Turun berat badan.
Urine menjadi gelap seperti teh.
Kehilangan nafsu makan. she 

Share This Article