SEMARANG (Jatengdaily.com) – Upaya Universitas Semarang (USM) untuk memiliki pusat pengendalian pemberitaan seputar fakultas dan universitas, maupun pelayanan informasi publik akhirnya terwujud dengan berdirinya News Pool.
Sarana News Pool yang merupakan ide bersama USM dan PWI Jateng telah diluncurkan oleh Rektor USM Dr Supari ST MT di Auditorium Ir Widjatmoko pada Selasa (1/11). Acara peluncuran terasa spesial karena berbarengan dengan masa satu tahun kepemimpinan Supari di USM. Selain News Pool, USM juga meluncurkan lagu jingle ”HATI” sebagai spirit kinerja para insan di perguruan tinggi tersebut.
Dijelaskan Supari, News Pool berperan menyajikan informasi maupun kegiatan akademik, seminar, hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi kampus yang tumbuh bersama di Kota Semarang, Jawa Tengah bahkan Indonesia.
“Selama ini hasil penelitian cenderung tersimpan di perpustakaan Universitas Semarang secara rapi, dan para pembacanya hanya yang berkunjung ke sini. Namun adanya News Pool ini, secara ilmiah narasinya akan dikonversikan menjadi sebuah bahasa publik, sehingga harapan ke depan semua bisa tersampaikan terhadap masyarakat secara luas, apapun kegiatan yang dilaksanakan di USM,” katanya.
Dia juga berharap News Pool bisa menyebarluaskan informasi kepada platfrom media seperti digital, televisi, radio, Facebook, Instagram, Tiktok, dan media lainnya. Acara peluncuran News Pool ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan Rektor USM, kepada Kepala News Pool Drs Ahmad Muhaimin MPd.
Hadir ikut menyaksikan, Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip (YAU) Prof Sudharto P Hadi MES PhD, anggota YAU Ir Soeharsojo IPU, Bendahara YAU Dewi Muryati SH MH, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS bersama jajaran pengurus, dan Ketua DKP PWI Jateng Sri Mulyadi.
Upaya Branding
Sementara itu, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS dalam sambutannya, menjelaskan, News Pool merupakan hasil gagasan dan diskusi bersama antara USM dan PWI untuk bagaimana mendesain publikasi dan memperkuat peran kehumasan USM demi kemaslahatan masyarakat.
”Sepintas orang akan bertanya, bentuk platform apakah News Pool? Dalam praktik di dunia media, ini identik dengan news room. Meskipun demikian, ada tiga perbedaan yang mendasar, yaitu News Pool akan berperan menyuplai publikasi sebagai bentuk klasik, membentuk citra institusi dan branding,” katanya.
Diakuinya, dalam publikasi sesungguhnya sama dengan kinerja dengan tugas wartawan. Namun di News Pool, ada langkah-langkah strategis mengangkat citra dengan bagaimana merumuskan pilihan publikasi yang bisa diunggulkan, mana yang diprioritaskan, mana bersifat tentatif, bahkan mana informasi yang layak dipendam.
”Ujung dari semua ini adalah mengangkat branding. Semua publikasi akan di-endorse di internal USM, maupun media relasi yang selama ini menjadi bagian poin kehumasan. Semua membangun narasi-narasi positif membangun brand melalui publikasi,” ujar dosen, penulis buku, dan penyair ini.
Peran News Pool sebagai influensive. Dia menandaskan, selama ini influencer diartikan seolah-seolah dukungan tanpa batas, namun sesungguhnya keberadaan mereka adalah memberikan pertimbangan untuk memilih.
”Narasi-narasi positif yang keluar dari USM diharapkan mampu mempersuasi pilihan masyarakat, tentu dengan data-data dan fakta yang disajikan. Prinsipnya News Pool adalah mengangkat brand USM, bagaimana perguruan tinggi ini memiliki faktor pembeda dengan keunggulan kompetitif di tengah pasar perguruan tinggi yang terus tumbuh,” tandasnya.
Menurut Amir, USM tak pernah kering dijadikan sumber publikasi. Pasalnya, fakultas-fakultas sering mendatangkan tokoh hebat untuk kegiatan lokakarya, seminar, diskusi yang menjadi isu masyarakat. Sebaliknya, kampus ini punya segudang ahli, pakar yang bisa menjadi magnet sebagai nara sumber ketika bergulir isu di masyarakat. Dia menyebut, pakar lingkungan Prof Sudharto, ahli konstruksi Ir Soeharsojo IPU dan ahli hukum Dr Muhammad Junaidi SHI MH.
”Kunci dari News Pool adalah membangun pilar -pilar kehumasan di fakulitas. Dan ini sangar terbantu oleh keberadaan tokoh-tokoh pada fakultas, rektorat, pembina dan pengurus yayasan,” pungkasnya. st


