By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Antisipasi Ancaman Bencana Alam, Tingkatkan Literasi Kebencanaan Masyarakat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Antisipasi Ancaman Bencana Alam, Tingkatkan Literasi Kebencanaan Masyarakat

Last updated: 27 November 2022 17:08 17:08
Jatengdaily.com
Published: 27 November 2022 10:06
Share
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Upaya peningkatan kewaspadaan terhadap bencana alam harus mengedepankan peningkatan pemahaman masyarakat terkait cara menyikapi sejumlah ancaman bencana di lingkungannya.

“Potensi bencana di kawasan pemukiman dan bagaimana cara menghindari terjadinya korban jiwa harus benar-benar dipahami oleh masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/11).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca ekstrem di musim hujan 2022 akan terjadi hingga April tahun 2023 mendatang di Indonesia.

Selain itu sejumlah perkiraan ancaman gempa bumi di sejumlah daerah pun dikemukakan sejumlah peneliti. Belum lagi peningkatan aktivitas sejumlah gunung berapi di tanah air yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama periode 1 Januari–18 Oktober 2022 telah terjadi 2.860 peristiwa bencana alam di Indonesia, dengan jumlah korban yang terdampak 3.593.497 orang. Sebanyak 3.592.471 orang atau 99,97% dari total korban terdampak kini berstatus menderita dan mengungsi.

Menurut Lestari, berbagai ancaman bencana alam itu harus benar-benar dipahami oleh masyarakat, terutama yang bertempat tinggal di kawasan yang rawan bencana.

Setiap daerah, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, seyogianya sudah memetakan zona-zona rawan bencana di wilayahnya. Sehingga, tambahnya, tata ruang daerah itu harus segera disesuaikan dengan hasil pemetaan tersebut.

Literasi tentang kebencanaan dan bagaimana menyikapinya, tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, harus menjadi pemahaman masyarakat di kawasan rawan bencana.

Sehingga, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, bila masyarakat terpaksa bermukim di kawasan rawan bencana sejumlah upaya adaptasi bisa segera diwujudkan, untuk menghindari munculnya korban bila bencana terjadi.

Menurut Rerie, mengedepankan sejumlah kearifan lokal yang berkembang secara turun temurun dalam upaya mencegah dan menyikapi bencana alam di sejumlah daerah merupakan pilihan yang bijak.

Sejumlah langkah evaluasi pasca-terjadinya bencana alam, ujarnya, harus benar-benar direalisasikan dengan berbagai upaya strategis agar kerugian dan terjadinya korban tidak terulang kembali.

Jadi, tegas Rerie, selain peningkatan literasi masyarakat terkait kebencanaan, upaya relokasi pemukiman masyarakat dari kawasan rawan bencana dan berbagai upaya adaptasi lewat perbaikan infrastruktur yang ada, merupakan langkah strategis yang bisa dilakukan.

Rerie sangat berharap para pemangku kepentingan dan masyarakat memahami bahwa kita hidup di negeri yang rawan bencana alam, sehingga berbagai kebijakan yang dibuat seharusnya mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut. st

You Might Also Like

Antisipasi Covid-19, RSUD Suradadi Siapkan 158 Tempat Tidur Tambahan
AGPAII Jateng Minta Kemdikbud Akomodir Guru PAI dalam Seleksi PPPK
Temui Ganjar Pranowo, Eudia Isabelle Matangkan Visi Misi Jadi Wakil Jateng
Infrastruktur di Jateng Dibangun untuk Dukung Perekonomian Lokal
Ramadan Peduli Sesama, PIMAJT Bagikan 1.200 Paket Sembako untuk Dhuafa
TAGGED:Antisipasi Ancaman Bencana AlamLestari MoerdijatTingkatkan Literasi Kebencanaan MasyarakatWakil Ketua MPR RI
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?