By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Banyak Seniman Abaikan Dokumentasi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Banyak Seniman Abaikan Dokumentasi

Last updated: 29 Desember 2022 05:57 05:57
Jatengdaily.com
Published: 29 Desember 2022 05:57
Share
Gunoto Saparie
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Banyak seniman Indonesia mengabaikan dokumentasi karya seni dan administrasinya. Hal ini tentu saja menyulitkan bagi upaya pemetaan, periodisasi, dan penyusunan sejarah kesenian. Para peneliti harus bersusah payah mengumpulkan data tentang kesenian. Beruntung ada sejumlah orang dokumentator dan arsiparis yang bersedia berkorban untuk melakukan dokumentasi karya dan peristiwa kesenian, meskipun belum sepenuhnya memadai.

Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah Gunoto Saparie mengatakan, kegiatan pencatatan, penyimpanan, dan pemeliharaan karya, peristiwa, dan data kesenian, tidak banyak dilakukan secara sistematis oleh para seniman kita. Bahkan sering terjadi seorang sastrawan tidak memiliki satu buku karyanya yang telah diterbitkan. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan.

“Lemahnya dokumentasi dan administrasi kita mungkin ada kaitannya dengan rendahnya kesadaran sejarah. Padahal dokumen dan arsip merupakan fakta sejarah,” katanya seraya menambahkan, banyak kliping koran dan majalah yang dilakukan secara individual oleh seniman terbuang percuma karena tidak ada tempat, masalah finansial, dan sebagainya.

“Ketika para seniman di negara lain melakukan upaya digitalisasi dokumen dan arsip kesenian, kita masih berkutat pada masalah kurangnya kesadaran dan penghargaan terhadap hal ini,” tandasnya.

Patut Diselamatkan
Menurut Gunoto, dalam kaitan ini pemerintah perlu mengambil peran secara lebih intensif. Paling tidak dokumen dan arsip kesenian yang dikelola secara pribadi, di mana dokumentatornya telah meninggal dunia, patut diselamatkan. Apalagi jika ahli warisnya bukan orang yang memiliki apresiasi terhadap kesenian.

Selain itu, lanjut Ketua Umum Satupena Provinsi Jawa Tengah ini, banyak seniman yang mengabaikan administrasi kegiatan kesenian. Setiap habis mengadakan kegiatan, entah berupa pertunjukan, pameran, lokakarya, seminar, dan sebagainya, mereka sering tidak membuat laporan. Akibatnya, sekretariat panitia sering kerepotan, apalagi kalau hal itu berurusan dengan dana dari mitra maupun pemerintah.

“Pekerjaan administrasi dalam kegiatan kesenian bukan hal yang sepele. Jangan dipandang sebelah mata. Karena tugas administrasi dilakukan sejak perencanaan, saat berlangsungnya kegiatan kesenian, bahkan sampai dengan ketika acara telah selesai,” tuturnya.st

 

You Might Also Like

Kasasi Ditolak, Mario Dandy Divonis 12 Tahun Penjara dan Denda Rp25 M
PPDB Sistem Zonasi Dekatkan Siswa dan Sekolah
Pengecer Elpiji Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Terdakwa Keberatan
Kurangi Beban Transportasi Laut Pantura, Pengembangan Tanjung Intan Perlu Mendapat Perhatian
Ganjar dan Ratusan Alumni HMI Diskusikan Masa Depan Bangsa
TAGGED:Abaikan DokumentasiBanyak SenimanDKJTGunoto Saparie
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?