Bawaslu Demak Ajak Masyarakat Awasi Tahapan Pemilu

3 Min Read
Dipimpin Komisioner Bawaslu Kabupaten Demak Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Ulin Nuha, segenap jajaran Panwascam dan tamu undangan menyerukan deklarasi saling sinergi mengawasi setiap tahapan Pemilu 2024. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Seiring bergulirnya waktu, tepat Selasa (14/2) ini satu tahun menuju ‘hari H’ pemungutan suara Pemilu 2024. Keterbatasan personel yang tidak sebanding dengan luasan wilayah dan banyaknya pemilih di Kabupaten Demak yang diawasi, masih menjadi persoalan Bawaslu Kabupaten Demak. Sehingga pengawasan partisipatif pun menjadi andalan demi terwujudnya Pemilu berintegritas, jujur dan adil, di samping sinergitas antar stakeholder.

Pada agenda Siaga Pengawasan Satu Tahun Menuju Tahun 2024, Komisioner Bawaslu Kabupaten Demak Divisi Penindakan Pelanggaran Ulin Nuha mengatakan, persis satu tahun menjelang Pemilu 2024 Bawaslu semakin mematangkan pengawasan di setiap tahapan pemilu. Strategi yang nantinya digunakan sebagai pedoman pengawasan pun dirancang, terutama terkait jumlah personel yang terbatas, sementara wilayah Kabupaten Demak begitu luas.

“Dari aspek pencegahan, kami telah meminimalisir pelanggaran pemilu dengan mengidentifikasi potensi kerawanan. Indeks kerawanan di Demak termasuk sedang, terkait tidak netralnya ASN dan kepala desa. Sementara pemilih mememuhi syarat tapi tidak terdaftar di DPT, level kejadian tinggi,” ujarnya.

Sehubungan itu, lanjut Ulin Nuha, sangat perlu meningkatkan aspek hubungan antar-lembaga. Di samping membina masyarakat berperan aktif. Seperti membentuk 13 desa pengawasan dan desa anti politik uang.

Di sisi lain, Ketua KPU Kabupaten Demak H Bambang Setyo Budi yang juga hadir pada acara yang dilaksanakan di Aula Bawaslu Demak itu menuturkan, salah satu instrumen penting bisa terlaksananya proses pemilu yang baik adalah semua tahapan berjalan baik tanpa persoalan atau konflik. Sebab pemilu meruapan saranan politik legal untuk mendapatkan kekuasaan di lembaga eksekutif maupun legislatif.

“Pada Pemilu Legislatif 2019, tercatat 450 caleg memperebutkan 50 kursi. Proses kampanye damai menjadi bagian pemilu yang penting, agar pesta demokrasi itu berjalan sebaik-baiknya. Di satu tahun menjelang Pemilu 2024, diharap substansi “Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa” berjalan baik,” kata dia.

Pada saat sama, Sekda Demak Akhmad Sugiharto menyampaikan, rakyat secara langsung terlibat dalam menentukan arah kebijakan dan pembangunan bangsa. Tak terkecuali suksesnya demokrasi pers turut andil di dalamnya.

Apresiasi diberikan pada acara yang diselenggarakan Bawaslu sebagai upaya mewujudkan pemilu yang jujur adil berintegritas. “Mari jaga kondusifitas wilayah mulai pra hingga pasca pemilu. Jangan ada ujaran kebencian. Ajak masyarakat menjadi pemilih yang cerdas. Bersama tolak politik uang. Baik tidaknya Indonesia tergantung pada rakyat dan kita semua,” tandas sekda. rie-yds

Share This Article