Ephorus Gereja BNKP Nias Kunjungan ke STIEPARI Semarang untuk Perkuat Kerjasama

3 Min Read
Ephorus BNKP, Pdt. Otoriteit Dachi kunjungi STIEPARI Semarang. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Ephorus atau Pimpinan Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Nias mengunjungi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang. Ephorus BNKP, Pdt. Otoriteit Dachi, S.Th.,M.Si dalam kunjungannya diterima oleh Ketua STIEPARI Semarang Haniek Listyorini SE MBA dan Ketua Pengurus Yayasan Tri Viaca Pembina STIEPARI, Nova Widjoyo Aryo Wisanggeni SE MM, dan jajarannya.

Pdt Otoriteit Dachi mengatakan, kunjungannya tersebut untuk menengok sejumlah mahasiswa asal Nias yang kuliah di STIEPARI Semarang. ”Kami juga sangat senang sebab, para mahasiwa kami mendapatkan pendidikan yang baik di sini. Begitu juga dengan para dosen yang membimbing mereka,” jelasnya.

Dengan pola pendidikan yang baik ini menurutnya, mahasiswa dari Nias akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Di satu sisi, para mahasiwa mendapatkan pendidikan dan pengubahan budaya yang baik. Kunjungan sendiri telah berlangsung pada Minggu (2/4/2023).

”Pemuda Nias yang keluar dari Nias untuk belajar di sini, harapannya selalu menjaga keimanan yang baik dan akan kembali dalam kondisi yg baik lagi. Juga pastinya mendapatkan ilmu yang baik dari STIEPARI. Kalian datang ke STIEPARI untuk belajar, maka jangan sampai gagal. Lulus dengan tepat waktu dan dapat prestasi yang baik pula. Bentuklah diri menjadi pribadi tangguh yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain dan masyarakat,” jelasnya.

BNKP Nias menurutnya, saat ini juga sedang mempersiapkan rencana pengembangan pariwisata yang mungkin akan bisa diarahkan untuk kerjasama dengan STIEPARI. ”Selain itu, kami juga berharap agar anak-anak kami dari Nias yang belajar dari sini, ke depan bisa berkontribusi membangun Nias. Termasuk untuk bidang kepariwisataan.

Sementara itu, Ketua STIEPARI Haniek Listyorini menyambut dengan senang kunjungan Pdt Otoriteit Dachi. Menurutnya, kerjasama STIEPARI Semarang dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat Nias dimulai sejak tahun 2017.

Selain itu, STIEPARI juga menawarkan program yakni bekerja sambil belajar bagi mahasiswanya, termasuk mahasiswa dari Nias. Dimana para mahasiswa menjalani program kursus singkat tentang pelatihan kerja. Usai menjani kursus, kemudian disalurkan ke perusahaan garmen di Kabupaten Semarang dan selanjutnya pendapatan dari hasil bekerja dipergunakan untuk biaya hidup dan melanjutkan pendidikan di STIEPARI Semarang. Program ini lebih dikenal dengan istilah program 3in1, yang bertujuan untuk mengentaskan pengangguran dan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

”Program ini sudah menghasilkan ratusan mahasiswa yang saat ini angkatan pertama telah mulai menyelesaikan skripsi dan tahun ini merupakan kelulusan 1 program 3in1 yang akan diwisuda pada bulan Desember 2023. Dengan telah terbukti berjalannya program ini oleh STIEPARI ternyata telah memberikan inspirasi untuk diikuti oleh beberapa perguruan tinggi lain di Semarang. Artinya program ini memiliki nilai kompetitif yang patut untuk dikembangkan dengan formulasi yang akan meningkatkan harkat dan kualitas SDM,” jelasnya. she

Share This Article