By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting Harus Fokus Atasi Faktor Penyebabnya
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting Harus Fokus Atasi Faktor Penyebabnya

Last updated: 28 April 2023 22:14 22:14
Jatengdaily.com
Published: 28 April 2023 10:07
Share
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat . Foto:dok
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Percepatan penurunan prevalensi stunting di tanah air harus fokus pada upaya mengatasi sejumlah faktor penyebabnya. Sejumlah pihak terkait harus benar-benar fokus mendukung gerakan penyelamatan generasi penerus bangsa dari stunting.

“Pencapaian target prevalensi stunting nasional harus mendapat dukungan semua pihak terkait, dalam rangka membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan tangguh di masa depan,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/4).

Hasil survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan, prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada 2022.

Meskipun angka itu lebih rendah daripada angka tahun sebelumnya, namun masih berada di atas angka standar prevalensi stunting Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu di bawah 20%.

Survei Litbang Kompas pada awal April 2023, mencatat sejumlah penyebab utama anak mengalami stunting yaitu karena asupan makanan yang tak bergizi (32,4%), kurangnya gizi ibu hamil (28,2%), kebersihan tidak terjaga (4,8%), infeksi virus atau bakteri (4,1%), dan tingkat ekonomi rendah (2,8%).

Berdasarkan hasil tersebut, menurut Lestari, peran orang tua sangat penting dalam upaya mengatasi kondisi stunting pada anak, melalui pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Karena itu, ujar Rerie sapaan akrab Lestari, faktor ekonomi dan pemberdayaan ibu dari sisi literasi tentang gizi keluarga harus menjadi kepedulian bersama untuk segera ditingkatkan.

Para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, tambah Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, harus mampu menerapkan sejumlah langkah strategis yang bisa mengatasi berbagai penyebab stunting pada balita.

Menurut Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, pertukaran pengalaman antardaerah yang sukses menekan prevalensi stunting dengan daerah yang memiliki prevalensi stunting yang relatif tinggi, harus dilakukan demi mengakselerasi penurunan prevalensi stunting nasional.

Rerie mendorong semua pihak mampu berkolaborasi dengan baik dalam mencapai target prevalensi stunting nasional 14% pada 2024. St

You Might Also Like

Silaturahmi ala Srikandi Semen Gresik, Gelar Fun Games Seru hingga Bagikan Doorprize
Pendonor Plasma Konvalesen Jateng Capai 871 Orang
MUI Jateng Terbitkan Buku Saku Pemilu Damai
Pemerintah Alihkan 75,51% Saham Semen Baturaja ke SIG
Sebanyak 11.553 Orang Mengungsi Imbas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
TAGGED:Harus Fokus Atasi Faktor PenyebabnyaLestari MoerdijatPercepatan Penurunan Prevalensi StuntingWakil Ketua MPR RI
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?