By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Penemuan 4 Tengkorak Manusia di Banyumas Menyisakan Misteri
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Penemuan 4 Tengkorak Manusia di Banyumas Menyisakan Misteri

Last updated: 25 Agustus 2019 23:23 23:23
Jatengdaily.com
Published: 25 Agustus 2019 23:23
Share
Sejumlah warga sekitar lokasi penemuan 4 tengkorak manusia berjubel ingin melihat dari jarak dekat. Foto:dok
SHARE

BANYUMAS (Jatengdaily.com) – Warga Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas digemparkan dengan penemuan empat tengkorak manusia di pekarangan belakang rumah Nini Misem, warga RT 07/ RW 03. 

Satreskrim Polres Banyumas kini menyelidiki temuan empat tengkorak manusia yang ditemukan di kebun belakang rumah salah seorang warga Desa Pasinggangan, Banyumas, itu. “Kami masih melakukan penyelidikan,” kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, Minggu (25/8/2019).

Tengkorak manusia itu kali pertama ditemukan oleh Rasman (63) pada Kamis (22/8) sekitar pukul 11.00 saat ia sedang membersihkan rumput pekarangan belakang rumah Nini Misem. Ia membersihkan rumput sejak Senin (19/8).

Rasman tidak menduga ketika membersihkan rumput dengan cangkul ada gundukan rumput hijau, padahal di sekitaran itu kebanyakan rumputnya sudah menguning. Saat dicangkul ada yang mengganjal karena terkena kain, kemudian berpindah ke sebelah dan menemukan tengkorak diduga kepala manusia dan tulang kecil-kecil bersama baju.

Dia menggali lagi, kemudian menemukan tengkorak kedua, tapi dikembalikan lagi seperti semula. “Setelah digali kemudian temuan itu diurug lagi. Rasman cerita kepada Saren (55), tentangganya. Ceritanya seperti itu,” kata warga yang rumahnya di depan rumah Nini Misem, Arjadi.

Rasman bercerita kepada Saren pada Sabtu (24/8) pagi. Kedua orang itu mendatangi lokasi untuk memastikan apa yang diceritakan Rasman. Setelah memastikan, ia bercerita kepada warga lain baru kemudian dilaporkan ke ketua RT. “Setelah saya dilapori oleh warga atas temuan itu, saya lapor kepada kepala dusun,” kata Ketua RT 07. RW 03, Wartam.

Laporan ini kemudian diteruskan ke Bhabinkamtibmas dan Polres Banyumas. Tak lama kemudian, Tim identifikasi Polres Banyumas mendatangi lokasi. Proses identifikasi dilakukan dari malam hingga dini hari. Tengkorak-tengkorak itu oleh polisi dibawa ke rumah sakit. 

Pada Minggu (25/8) pagi, lokasi temuan itu masih ramai menjadi tontonan warga sekitar. Polisi memasang police line di sekitar lokasi kejadian. Tim Inafis Polres Banyumas masih melakukan olah tempat kejadian perkara penemuan empat tengkorak manusia di Dusun Karanggandul, Desa Pasinggangan.

Sementara itu, Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, penemuan tengkorak manusia ini masih dalam penyelidikan. “Kami sedang melakukan penyelidikan,” katanya.

Misteri

Belum dipastikan siapa identitas empat tengkorak yang ditemukan itu, karena saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Namun, sejumlah warga dan tetangga mengaitkan temuan tengkorak itu tidak lain dari anggota keluarga Nini Misem.

Dugaan ini karena keempat anggota keluarga itu tidak pernah terlihat di rumah sejak lima tahun lalu. Keempat anggota keluarga itu bernama Ratno, Pipin, Yono dan Heri. Ratno, Yono dan Heri merupakan kakak adik atau anaknya Nini Misem, sedangkan Pipin cucunya.

Keempat orang itu sebelumnya dikabarkan merantau. Tapi ada pula yang menduga ikut Gerakan Fajar Nusantara. “Itu tidak kelihatan saat ramai-ramainya Gafatar di Kalimantan. Apalagi ada warga di Desa Dawuhan dan Kalisube ada yang hilang, tapi sudah pulang. Yang tidak pulang sini,” ujar Ketua RT 07. RW 03, Wartam.  

Meskipun tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang, keluarga tidak melaporkan ke RT. Keluarga juga terkesan tertutup. Jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Misalnya, di RT ada arisan tidak pernah ikut.

Begitu pula dengan anak perempuan Nini Misem, Minah yang rumahnya di sebelah rumah Misem. Ia hidup bersama kedua anaknya, Sonia dan Irfan. “Yang masih ikut guyub dengan warga si Heri, lainnya tidak. Dua rumah itu benar-benar tertutup. Jarang bergaul dengan warga,” katanya.

Ia mengatakan, sebelum keempat anggota keluarga itu hilang lima tahun lalu, pada siang hari warga mendengar di keluarga itu terjadi keributan. Warga tidak mengetahui pemicu keributan.

“Setelah ribut, keesokan harinya rumah itu sepi dan tidak ada aktivitas. Yang biasa keluar mas Heri. Tapi setelah itu mas Heri tidak lagi terlihat. Warga menyangkanya mereka ikut Gafatar,” katanya.  

Sihad, tetangga Nini Misem juga menuturkan kedua keluarga itu terkesan tertutup. Namun, Nini Misem terkadang membeli makanan banyak. Makanan itu untuk anak-anaknya yang tidak pulang, karena tahunya sedang merantau.

“Nini Misem beli mendoan sama kupat. Ia beli makanan banyak mbok bocah bali,” tuturnya.

Mantan Ketua RT 07 RW 03 juga menilai setelah isu ikut Gafatar sudah tidak ada kabarnya sampai sekarang. “Keluarga juga tidak pernah melaporkan kehilangan anggota keluarganya,” kata dia.

Kepala Desa Pasinggangan, Aris Sugiyono juga mengatakan keluarga jarang bersosialisasi dengan lingkungan, sehingga persoalan di keluarga warga tidak tahu menahu. “Keluarga ini awalnya berasal dari Jakarta. Satu keluarga ke sini. jadi masyarakat kurang mengetahui kesehariannya. Dari pihak keluarga katanya lagi merantau,” tuturnya.

Kini keempat anggota keluarga itu masih menyisakan misteri. Temuan empat tengkorak di belakang rumah Nini Misem juga belum dipastikan identitasnya karena masih menunggu identifikasi dari kepolisian dari Polres Banyumas. st

You Might Also Like

Derby Jateng Berakhir Imbang 1-1, Ricuh di Luar Stadion
Ulil Albab, dari Layar Kaca hingga Pengabdian Masyarakat, Presenter TVRI yang Tetap Membumi
KM Sabar Subur I Tenggelam di Karimunjawa, Tiga ABK Yang Tenggelam Masih Dicari
200 Wartawan Anggota PWI Dijadwalkan Ikuti Retret di Akmil Magelang
Semen Gresik Catatkan Skor Tertinggi RMI Assessment Tahun 2022
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?