By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Kasus TPPO, Mayoritas Korban Dipekerjakan Jadi ART Ilegal Hingga PSK di Luar Negeri
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kasus TPPO, Mayoritas Korban Dipekerjakan Jadi ART Ilegal Hingga PSK di Luar Negeri

Last updated: 13 Juni 2023 05:45 05:45
Jatengdaily.com
Published: 13 Juni 2023 05:45
Share
Ilustrasi pekerja ilegal. Foto: Pixabay.com
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com) – Satgas Penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) mengungkap mayoritas korban kasus perdagangan orang di berbagai daerah dijanjikan akan dipekerjakan ke luar negeri. Data ini berdasarkan data 190 laporan yang diterima Bareskrim Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri (Karo Penmas Divhumas Polri), Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan calon korban akan dikirim mayoritas dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga (ART) ilegal. Bahkan ada juga yang menjadi pekerja seks komersial (PSK).

“Berdasarkan jumlah modus yang dilakukan antara lain yang paling banyak pekerja migran ilegal atau pembantu rumah tangga jumlahnya 157,” jelas Ahmad Ramadhan dilansir dari laman OMJNews, Selasa (13/6/2023).

“Kemudian modus dijadikan anak buah kapal (ABK) 3 orang, modus dijadikan pekerja seks komersial (PSK) sebanyak 24 orang,” sambungnya.

Menurut Ramadhan, awalnya para korban diiming-imingi pekerjaan sebagai pegawai toko atau pegawai restoran. Namun, pada akhirnya tidak sesuai dengan yang trelah dijanjikan.

“Di sana (di luar negeri) diiming-imingi untuk bekerja sebagai pelayan toko atau pelayanan restoran, nyatanya di sana dipekerjakan sebagai PSK,” tuturnya.

Untuk tujuan pengiriman calon pekerja migran ilegal ini, lanjut Ramadhan, ada yang diberangkatkan ke Malaysia dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

“Kalau yang di Malaysia akan dipekerjakan di perkebunan sawit, di daerah Tawau, Malaysia Timur,” tukasnya. she

 

 

 

You Might Also Like

Riset Mahasiswi Sastra Indonesia Undip tentang Gender Diapresiasi BRIN
Dibilang Terbitkan UPK 75 RI Berbentuk Logam, BI: Itu Hoaks
Masih Masuk Zona Merah Miskin, 14 Kabupaten di Jateng Butuh Penanganan
Polisi Terus Buru Pelaku Penembakan Uztad Armand
Dukung Swasembada Pangan 2027, Pemkot Semarang Ajak Pelajar Kembangkan Pertanian Terpadu
TAGGED:Kasus TPPOMayoritas Korban Dipekerjakan Jadi ART
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?