By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Dampak Kemarau, Ribuan Lahan Pertanian di Pati Diberokan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dampak Kemarau, Ribuan Lahan Pertanian di Pati Diberokan

Last updated: 24 Agustus 2023 17:24 17:24
Jatengdaily.com
Published: 24 Agustus 2023 17:24
Share
Ilustrasi kekeringan. Foto: dok/JD
SHARE

PATI (Jatengdaily.com)- Lahan pertanian seluas 5.000 hektar dari total sekitar 52.000 hektar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tidak ditanami komoditas padi (diberokan) dampak masuknya puncak musim kemarau. Sebagian besar merupakan lahan pertanian yang berada di wilayah Pati Selatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati, Niken Tri Meiningrum mengaku memang bila pada musim tanam tiga atau MT3 ini lahan yang masuk kategori tadah hujan mayoritas mengalami dampak musim kemarau. Sebab, karakteristik lahan tadah hujan membutuhkan sumber mata air dari air hujan.

“Kalau di Pati, lahan kita ada sawah, irigasi, dan sawah tadah hujan, tadah hujan ada 21.000 sekian. Di MT3 ini, tadah hujan lahanya memang kebanyakan tak bisa dimanfaatkan karena ketergantungan air hujan,” kata Niken Kamis (24/8/2023).

Akibat musim tanam tiga atau pada MT3 ini ada sekitar 5.000 lahan pertanian di area tadah hujan yang tidak ditanami komoditas padi. Sisanya, ditanami komoditas berupa Palawija dan Kacang Hijau yang tidak terlalu membutuhkan sumber air besar

“Daerah lainya seperti di Pari Utara aman. Karena ada irigasi, mereka juga bisa memanfaatkan pompa air. Sementara di Pati Selatan, seperti Pucakwangi, Winong, Jakenan, Kayen, terus Sukolilo, diberokan kebanyakan,” ungkapnya.

Terkait luasan lahan yang tak ditanami komoditas padi itu tidak mengganggu target produksi tahun ini. Sebab, daerah lain seperti Pati Utara ketika musim kemarau masih bisa ditanami dan cukup untuk mengcover sebagian lahan yang telah bero.

“Total lahan kita ada sekitar 57.000 hektar, setiap tahun produksi masih bisa nutup. Kita memang tak bisa paksa petani tanam tiga kali di MT3 ini, makanya beberapa memilih diberokan. Tapi, kita ditopan padi Utara, bisa sampe tuga kali (masa tanam dan panennya). Di sana (Pati Utara) air cukup. Maka menurut saya, perhitungan produksinya tiap tahun masih tetap surplus,” tutupnya. adri-she

You Might Also Like

Kuatkan Sinergitas dengan Alumni, Ikanotsula Gelar Pelatihan Ujian PPAT
Berkat Rumah BUMN SIG Rembang, Oktavirasa Sukses Populerkan Fesyen Ramah Lingkungan
Sindikat Antar Kota Bermodus Jual Beli Gudang Ditangkap
MUI Dukung Istighotsah Nasional Usir Wabah Covid-19
Menjadi Inspirasi Pelaku Bisnis, Ganjar dapat Penghargaan Gubernur Punakawan
TAGGED:Dampak KemarauRibuan Lahan Pertanian di Pati Diberokan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?