By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Tim Pengendali Inflasi Daerah Diminta Pantau Perbedaan Harga Beras Medium dan Premium
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tim Pengendali Inflasi Daerah Diminta Pantau Perbedaan Harga Beras Medium dan Premium

Last updated: 19 September 2023 18:54 18:54
Jatengdaily.com
Published: 19 September 2023 18:54
Share
Ilustrasi beras. Foto: Pixabay.com
SHARE

SEMARANG – Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengecek terjadinya disparitas harga beras kualitas medium dan premium, yang cukup tinggi di lima kabupaten/ kota di Jawa Tengah. Permintaan itu disampaikan saat menghadiri High Level Meeting TPID, di Kantor Bank Indonesia, Selasa (19/09/2023).

Nana menuturkan, berdasarkan data Sistem Pemantauan dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga rata-rata beras medium per 15 September 2023 di Jateng Rp12.679/ kg. Namun di Kota Tegal, Magelang, Kabupaten Brebes, dan Kendal mencapai Rp13.500/ kg. Sementara di Kabupaten Temanggung Rp13.333/ kg.

Ditambahkan, untuk beras kualitas premium, harga rata-ratanya Rp14.011/ kg. Tetapi di Kota Tegal dan Kabupaten Boyolali, harga per kilogram Rp15.000. Harga beras kualitas premium di Kabupaten Purworejo Rp14.833/ kg, Kabupaten Cilacap Rp14.750/ kg, dan Kota Surakarta Rp14.667/ kg.

“Ini menjadi sasaran kita. Saya minta, di sinilah kebersamaan kita. Ini kenapa di Kendal, Magelang, Brebes ini dan Temanggung tinggi, yang lain di wilayah kita, masih bisa rendah. Nah saya minta ini untuk Satgas Pangan mungkin nanti dari Polda, kemudian saya minta dari Dinas Ketahanan Pangan, coba ini dievaluasi betul, dianalisa,” tuturnya.

Semua yang tergabung dalam TPID, kata Nana, harus optimal dalam menurunkan inflasi. Pihaknya meminta tidak cukup hanya mengamati, tetapi mesti mengambil langkah nyata.

“Saya minta betul-betul kita lakukan program, kita turun ke lapangan untuk mengecek. Kita harapkan, keberadaan kita adalah saat ini jelas, tim TPID itu untuk bagaimana menurunkan inflasi ini,” tandasnya.

Terkait ketersediaan beras, Nana menambahkan, Bulog Kanwil Jateng terus melakukan percepatan penambahan pasokan beras. Pada Desember 2023 nanti, diperkirakan masih ada sisa stok sebesar 96 ribu ton. Sementara Cadangan Beras Pemerintah Provinsi (CBPP) Jawa Tengah, posisi September 2023 ini sebesar 150 ton setara beras, yang siap didayagunakan untuk mengatasi kekurangan pangan masyarakat.

Dalam mendistribusikan beras ke masyarakat, Nana berpesan supaya antara Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan saling bekerja sama dan berkoordinasi. Tujuannya, agar tidak ada penumpukan dalam mendistribusikan bantuan beras. she 

You Might Also Like

LPPM USM Raih Penghargaan Mitra Kolaborasi Terbaik BRIN 2025
Candra Darusman: Ada Tiga Kelompok Musisi Terdampak Covid 19
BMKG Imbau Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem
Diperkuat Pratama Arhan dan Dewangga PSIS Gagal Menang, Ini Komentar Pelatih Dragan
Kemudahan Akses Rapor Pendidikan Dorong Peningkatan Mutu Pembelajaran
TAGGED:Nana SudjanaTim Pengendali Inflasi Daerah pantau harga beras
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?