By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Penderita ISPA di Semarang Meningkat, Capai Ribuan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Penderita ISPA di Semarang Meningkat, Capai Ribuan

Last updated: 30 September 2019 08:39 08:39
Jatengdaily.com
Published: 30 September 2019 08:39
Share
Muhammad Abdul Hakam. Foto: adry
SHARE

SEMARANG (Jatendaily.com)-Sebanyak 3.053 warga kota Semarang terinfeksi saluran pernafasan akut (ISPA) selama musim kemarau yang berkepanjangan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, rata-rata penderita infeksi ISPA meningkat sejak bulan Agustus 2019.

“Infeksi saluran pernapasan yang muncul biasanya dialami oleh para lansia dan anak-anak. Biasanya penyebabnya efek dari kemarau panjang hingga cuaca panas disertai udara berdebu,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Muhammad Abdul Hakam, Senin (30/9/2019)

Di Semarang sendiri, angka penderita ISPA menduduki urutan pertama. Kemudian berturut-turut disusul angka penularan sakit tenggorokan dan dehidrasi.

“ISPA ini sejak Januari sampai sekarang, kita menemukan ada ribuan kasus. Tapi harus dipilah-pilah juga, dan kita belum dapat rinciannya. Kasus lainnya karena dehidrasi. Maka kita sarankan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas fisik di siang hari. Lebih baik menjalankan aktivitas fisik pagi atau sore. Sehingga bisa mengurangi potensi dehidrasi,” tuturnya.

Menurutnya gejala ISPA bisa dikenali dengan mudah dimulai dari sakit tenggorokan, pilek pada anak maupun batuk-batuk yang tak kunjung reda.

“Orang yang pilek saja bisa dikenali bahwa dia kena gejala awal ISPA. Kalau pada anak-anak, selain pilek, lalu demam, maka perlu diperiksakan ke puskesmas terdekat,” tutupnya. Adry-she

You Might Also Like

PSIS U18 dan U16 Segera Ikuti Kompetisi Elite Pro Academy
Dua Warga Simo Boyolali dari Kudus, 14 Orang Terpapar COVID-19
Strategi Pupus Kemiskinan, Jateng Berdayakan Ekonomi Perempuan
Kemenkes Kirim SMS Blast Kepada Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Covid-19
Gubernur Minta Masifkan OSIS dan Ekstrakurikuler
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?