REMBANG (Jatengdaily.com) – Ma’hadiy Jannati, Pondokku Surgaku menjadi tagline bagi pesantren Ramah Anak. Dengan pesantren ramah anak, lembaga pendidikan keagamaan ini diharapkan memberikan kenyamanan, sehingga menjadi destinasi utama bagi pendidikan di Indonesia.
Plt Direktur Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Waryono menyampaikan hal ini dalam Peluncuran Pesantren Ramah Anak yang diadakan pada Rabu (8/11/2023) di Pondok Pesantren Alhamdulillah, Kemadu, Kecamatan Sulang, Rembang.
Waryono mengatakan, pada dasarnya Islam adalah agama yang rahmah dan ramah kepada semua kalangan manusia, dari lanjut usia hingga anak-anak. “Bahkan kepada musuh yang menyerahpun, diharuskan ramah kepada mereka,” tukasnya.
Waryono juga mengimbau pesantren untuk mulai meredifinisi istulah takzir (hukuman bagi santri yang melanggar aturan pondok). Takzir ini diwujudkan dengan hukuman yang lebih mendidik, seperti membaca istighfar, sholawat dan Alqur’an. “Jadi tidak ada hukuman fisik,” ujarnya.
Dengan memberlakukan pesantren yang ramah anak, maka pesantren diharapkan menjadi lembaga pendidikan yang memberikan kenyamanan untuk belajar santri. “Bahkan menjadi destinasi utama pendidikan di Indonesia,” imbuh Waryono.
Pesantren yang merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia ini juga konsisten kerukunan dan kesejahteraan. Menurut Waryono, pesantren itu multicultural, karena santrinya dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya dan karakter yang berbeda-beda. Namun dengan kesabaran pengasuh pesantren dalam membina para santri, pesantren bisa menciptakan kerukunan antar santri.
“Tak hanya antar santri, pesantren juga mampu menghadirkan kerukunan antar umat beragama. Seperti Ponpesnya Gus Mus itu tamunya banyak yang dari lintas agama,” ujarnya.
Di sisi lain, pesantren merupakan lembaga yang perkasa dan ebrdikari. “Pengembangan pesantren tidak mengandalkan bantuan dari negara, tidak seperti lembaga pendidikan formal. Dengan adanya pesantren, ekonomi masyarakat sekitar juga berkembang pesat,” kata Waryono.
Peluncuran Pesantren Ramah Anak ini ditandai dengan pemukulan rebana oleh Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro’. Diikuti oleh seluruh pejabat yang hadir, antara lain dari Bappenas RI, Kemenag RI, Kemenag Rembang, Bappeda Rembang, Lembaga Perlindungan Anak. Hadir pula Pengasuh Ponpes Alhamdulillah, Ny. Hj. Rahmawati Syahid dan sejumlah ulama serta tokoh masyarakat.
Setelah pemukulan rebana, diadakan pembacaan dan penandatanganan deklarasi Pesantren Ramah Anak.
Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo mengatakan, di Jawa Tengah ada dua pesantren yang ditetapkan sebagai Pesantren Ramah Anak, yaitu Ponpes Alhamdulillah, Kemadu Sulang dan Ponpes Al-Anwar 4, Sarang Rembang. Penyelenggaraan pesantren Ramah Anak didampingi oleh UNICEF. Kontributor : Shofatus Shodiqoh-st
0



