By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mengintip 10 Komoditas Pertanian Kota Salatiga
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
GagasanSorot

Mengintip 10 Komoditas Pertanian Kota Salatiga

Last updated: 29 Desember 2023 19:16 19:16
Jatengdaily.com
Published: 29 Desember 2023 19:16
Share
SHARE

Oleh: Zaini Miftah
Statistisi Penyelia di BPS Kota Salatiga

KOTA Salatiga memiliki sejarah panjang yang dimulai pada zaman kolonial Belanda. Didirikan pada tahun 1746, Salatiga awalnya berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi para penjelajah Belanda. Namun, seiring berjalannya waktu, Salatiga berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pendidikan di kawasan tersebut.

Salatiga memiliki iklim tropis yang mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman dan komoditas pertanian. Kombinasi curah hujan yang cukup dan sinar matahari yang melimpah memberikan kondisi optimal bagi pertanian. Berbagai komoditas pertanian dan peternakan tumbuh dengan baik di kota ini. Subsektor pertanian yang paling banyak diusahakan dan menghiasi pertanian di Salatiga adalah tanaman kehutanan, tanaman pangan, hortikultura serta peternakan.

Dalam Sensus Pertanian (ST2023), pengelola usaha pertanian yang dilakukan perorangan disebut usaha pertanian perorangan (UTP) yang didefinisikan sebagai unit usaha pertanian yang dikelola oleh satu orang yang memiliki tanggung jawab teknis,yuridis dan ekonomis untuk unit pertanian tersebut.

Berdasarkan data ST2023, tanaman kehutanan yang dominan diusahakan oleh UTP adalah sengon atau albasia dan mahoni. Jumlah usaha sengon sebanyak 2.072 unit dan mahoni sebanyak 780 unit. Dengan kondisi tanah yang subur dan iklim tropis, sengon menjadi salah satu primadona masyarakat petani di kota Salatiga. Tanaman ini merupakan komoditas yang paling banyak diusahakan oleh petani di kota ini.

Lahan pertanian yang cukup luas dan irigasi yang memadai menciptakan kondisi ideal untuk pertumbuhan tanaman pangan yang subur. Tanaman pangan yang dominan diusahakan di Kota Salatiga adalah komoditas padi sawah inbrida dan ubi kayu dengan jumlah usaha masing-masing 1.047 unit dan 1.437 unit. Adapun tanaman hortikultura yang banyak diusahakan adalah komoditas kelapa, pisang ambon dan alpukat. Jumlah UTP yang mengusahakan tanaman kelapa sebanyak 778 unit, pisang ambon sebanyak 732 unit dan alpukat sebanyak 701 unit.

Sapi perah, kambing potong , dan ayam kampung adalah hewan ternak yang banyak diusahakan oleh peternak di wilayah ini. Keanekaragaman ini menciptakan lingkungan pertanian yang berimbang yang memungkinkan petani untuk mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang tersedia . Di Salatiga jumlah UTP yang mengusahakan peternakan sapi perah sebanyak 1.072 unit, kambing potong sebanyak 689 unit dan ayam kampung sebanyak 1.221 unit.

Data tersebut menunjukkan bahwa Kota Salatiga masih mempunyai cukup potensi di sektor pertanian. Meskipun demikian, sektor ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah perubahan iklim, kurangnya akses terhadap teknologi pertanian modern, dan masalah lahan. Namun, dengan adanya inisiatif pemerintah dan dukungan masyarakat, sektor pertanian di Salatiga memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi kota.

Sektor pertanian di Salatiga masih mempertahankan tradisi pertanian berkelanjutan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Petani lokal terbiasa dengan pola tanam tumpangsari, penggunaan pupuk organik, dan praktik-praktik pertanian ramah lingkungan lainnya. Hal ini menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Komoditas pertanian yang banyak diusahakan di Salatiga mencerminkan keseimbangan antara alam, masyarakat dan ekonomi. Sementara di sektor Peternakan, Salatiga telah menunjukkan ketangguhan dan dedikasi mereka dalam membangun sektor peternakan yang berdaya saing dan berperan dalam memastikan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi lokal. Jatengdaily.com-yds

You Might Also Like

Islam Kita, yang Biasa-Biasa Saja
Muladi dan Laksana Mesin Pencari Data, Google
UMK Tak Menyentuh Penjaga Warisan Budaya
MUI Butuh Leader dan Manajer “Shadiqul Hukumah”
Dana Operasional RT Rp25 Juta
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?