By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Harga Cabai di Temanggung Mulai Turun Jadi Rp 36 Ribu
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Harga Cabai di Temanggung Mulai Turun Jadi Rp 36 Ribu

Jatengdaily.com
Published: 9 Januari 2024 08:43
Share
Petani cabai. Foto: dok
SHARE

TEMANGGUNG (Jatengdaily.com)- Sempat menyentuh harga Rp 80.000 ribu per kilogram, harga cabai merah di tingkat petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah berangsur turun, sejak Senin (8/1/2024).

Saat ini, harga cabai sret merah di kisaran harga Rp 36.000 per kilogram.

“Setelah Natal dan tahun baru kemarin, harga cabai turun dua kali. Dari semula Rp 80.000 per kilogram, kemudian turun Rp 50.000, kemudian sekarang Rp 36.000,” kata Sri Darwanti, seorang petani warga Desa Manding, dilansir Infopublik, Selasa (9/1/2024).

Ia mengatakan untuk harga cabai sret merah jenis RM juga turun menjadi Rp 32.000 per kilogram, dari harga Rp 75.000 per kilogram.

“Cabai sret merah jenis RM ini beda harganya dengan jenis ori, meski sama-sama sret. Kalau yang ori itu Rp 36.000 per kilogram, sedangkan RM Rp 32.000 per kilogram. Ada selisih 4-5 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Selain mengalami penurunan harga, saat ini tanaman cabai mulai terserang penyakit patek dan busuk batang meski kerusakan masih sedikit. Berbagai upaya juga telah dilakukan oleh petani, yakni pemberian pupuk tambahan, serta penyemprotan menggunakan obat pestisida untuk mengantisipasi merebaknya penyakit tersebut.

“Musim hujan itu sangat berpengaruh pada tanaman, penyakit patek sama busuk batang. Kalau kena patek bisa parah, karena belum ada obat pengendali. Kalau busuk batang itu bisa menular, sangat cepat kalau tidak diobati,”jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Temanggung, Entargo Yutri Wardono mengatakan harga cabai sempat naik karena musim kering kemarin sedikit petani di daerah ini yang panen. Ditambah permintaan cabai tinggi saat perayaan Natal dan tahun baru.

“Memang kondisinya sekarang sudah mulai banyak yang menanam cabai dan panen juga banyak, di samping kebutuhannya menurun, kemarin puncaknya di Nataru, sehingga permintaan tinggi. Tetapi sekarang permintaan berkurang dan produknya cukup tinggi,”imbuh Entargo.

Pemkab Temanggung menjamin ketersediaan cabai, karena luas tanam mencapai 11 ribu hektare, dan sekarang sebagian sudah mulai panen.

“Diperkirakan harga cabai ini akan naik lagi seiring menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri pasti ada kenaikan harga lagi,” tambahnya.  she

You Might Also Like

Masyarakat Bisa Miliki Lebih Banyak Uang 75 Ribu, Boleh Tukar 100 Lembar
Bara Semangat dari Tugu Muda, Teater Pitoelas Untag Semarang Hidupkan Kembali Api Pertempuran Lima Hari
Peduli Ramadan, Kemenag Bagikan Paket Sembako
Dukungan Mengalir Deras, Akhmad Munir Makin Kokoh Menuju Kursi Ketua Umum PWI Pusat
Wakil Menteri ESDM Hadiri Pembukaan ICONNEXT dalam Rangkaian Electricity Connect 2024
TAGGED:Harga Cabai di Temanggung turun
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?