SEMARANG (Jatengdaily.com)- Sejumlah orangtua ada yang menolak anaknya saat akan diberikan imunisasi polio. Meski menolak, pihak petugas puskesmas sudah mencoba mengedukasi meskipun tetap berakhir dengan penolakan.
“Benar, beberapa guru mengatakan ada orangtua yang menolak diimunisasi. Kita buatkan form tanda tangan penolakan kepada orangtuanya karena tetap tidak mau meski sudah kami beri edukasi,” kata Kepala Pukesmas Rowosari Semarang, Mukti Setiawan, Rabu (17/1/2024).
Penolakan pemberian imunisasi polio terjadi pada hari ke dua Selasa. Sementara putaran pertama pada Senin 15 Januari berjalan lancar atau tidak ada penolakan.
“Hari ke dua ini ada dua orangtua yang menolak. Alasan mereka menolak imunisasi karena semacam aliran. Mereka (orangtua yang menolak) mengaku anaknya tidak butuh vaksin dan tetap sehat tanpa vaksin,” ungkapnya.
Terkait apakah aliran yang dimaksud itu berkaitan dengan radikalisme, pihaknya tidak tahu atau karena orangtua menilai vaksinasi polio haram.
“Tidak tahu saya. Tapi lingkungan kami memang ada seperti itu dan banyak dan hanya 95 persen yang mau,” ujarnya.
Kendala lain diantaranya ada anak yang sakit sehingga tidak bisa diimunisasi. Namun, pihaknya memberi opsi lain berupa pelahanan di jam khusus bagi mereka yang tidak bisa diimunisasi karena sakit.
“Kalau yang belum divaksin ini bukan menolak. Mereka lagi sakit makanya tidak bisa divaksin. Jadi bisa datang ke layanan kesehatan ketika sudah sembuh untuk diimunisasi,” jelasnya.
Kepala Pukesmas Pandanaran Semarang Aprilia Mahatmanti mengaku kendala yang dialami hanya pada anak yang sakit sehingga tak bisa diimunisasi. Jumlah anak sakit sedikit atau tidak banyak.
“Alhamdulillah kalau penolakan di kami tidak ada. Paling di sekolahan tadi ada anak tidak berangkat karena sakit, tapi tidak banyak, paling satu kelas satu,” kata Aprilia.
Informasi yang dihimpun di lima Pukesmas, terdapat satu Pukesmas yang alami kendala berupa penolakan imunisasi dari orangtuanya. Sementara empat Pukesmas lainya mayoritas lancar atau hanya mengalami kendala berupa ada anak sekit atau absen sehingga tidak bisa diimunisasi.
Sekadar informasi, sasaran imunisasi polio di Kota Semarang menyasar sebanyak 202.956 anak. Vaksin diberikan untuk usia anak dari 0-7 tahun 11 bulan 29 hari tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
Sub PIN atau imunisasi Polio ini juga dilakukan serentak di 35 daerah di Jawa Tengah. Langkah tersebut diambil seusai adanya temuan satu kasus positif polio di Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten. adri-she


