By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Reading: “Ough! Sunan Kuning (1966-2019)”
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

“Ough! Sunan Kuning (1966-2019)”

Jatengdaily.com
Published: 18 Oktober 2019 22:33
Share
Bambang Iss Wirya
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Pemerintah pusat ingin membersihkan seluruh prostitusi yang tersebar di negeri ini. Di Kota Semarang, lokalisasi Sunan Kuning telah resmi ditutup,Jumat (18/10) dan segera menyusul penutupan lokalisasi lainnya di perbatasan Kendal.

Penutupan lokalisasi SK dilakukan oleh Walikota Semarang dan disaksikan oleh seluruh wanita pekerja seks (WPS) yang berjumlah 448 orang.

Penutupan Sunan Kuning tersebut dinilai tidak akan serta-merta menghentikan prostitusi di Kota Semarang. Malah justru para WPS akan kembali turun ke jalanan dan sulit dikendalikan.

Budayawan dan penulis buku, “Ough! Sunan Kuning (1966-2019)”, Bambang Iss Wirya mengatakan, pemerintah saat ini hanya bisa menutup lokalisasi yang kecil. Sedangkan prostitusi yang skalanya lebih elit tidak diberantas.

“Penutupan Sunan Kuning saya rasa tidak akan bisa menghilangkan prostitusi di Kota Semarang. Justru prostitusi online akan lebih masif setelah Sunan Kuning ini ditutup,” kata Bambang Iss.

Selain itu, dengan tutupnya Sunan Kuning, satu ikon Kota Semarang juga akan hilang. Meskipun bukan ikon yang membanggakan bagi Pemkot Semarang, Sunan Kuning merupakan identitas Kota Semarang yang dikenal oleh masyarakat luar Semarang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pengamanan lokalisasi Sunan Kuning pasca penutupan dilakukan Jumat sore. Pihaknya akan melakukan pengecekan ke tempat-tempat karaoke.

Fajar mengatakan, akan mendirikan pos pengamanan di dua titik, yakni pintu depan yakni gang utama dan belakang. Pihaknya melibatkan Polrestabes, Kodim, Kesbangpol, Kecamatan serta Kelurahan untuk melakukan pengamanan.

Penutupan SK ini tidak bisa serta merta mematikan kawasan tersebut. Karaoke di kawasan tersebut akan tetap beroperasi. Fajar menegaskan, pihaknya tidak membolehkan praktik prostitusi dalam tempat karaoke tersebut.

“Apabila didapati prostitusi di sana, akan langsung kami tutup. Kami baru buat draft terkait regulasi tersebut,” tandasnya.Ugl–st

You Might Also Like

Atasi Covid-19, Presiden Minta Para Menteri Cari Program yang Tepat Sasaran
Kuliah Daring Mahal, Yos Johan: FRI Minta Pemerintah Tanggung Biaya Internet
Perkuat Sinergitas, SG Bangun Sarana Infrastruktur Pagar Polres Rembang
Pedagang Es Teh Keliling di Pantura Sayung Ditangkap, Polisi Temukan Sabu
Rektor Baru Unissula Targetkan Miliki 100 Guru Besar di Tahun 2027
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?