By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Badan POM Sebut Suplemen Kesehatan Tidak Boleh Dikonsumsi Anak Terus Menerus, Ini Alasannya
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Badan POM Sebut Suplemen Kesehatan Tidak Boleh Dikonsumsi Anak Terus Menerus, Ini Alasannya

Jatengdaily.com
Published: 28 Februari 2024 09:00
Share
ILustrasi. Foto: Pixabay.com
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Keterlambatan perkembangan anak saat ini masih menjadi masalah serius di banyak negara, termasuk Indonesia. Pengetahuan orang tua dalam penggunaan suplemen kesehatan yang tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan tumbuh kembang anak.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM Mohammad Kashuri mengatakan pada dasarnya suplemen kesehatan bukan untuk mengobati, tapi sifatnya membantu.

Hal tersebut disampaikannya saat Webinar bertajuk “Perlukah Suplemen Kesehatan Pada Tumbuh Kembang Anak?” dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang penanganan tumbuh kembang anak yang dikaitkan dengan penggunaan suplemen kesehatan.

“Suplemen kesehatan tidak boleh dikonsumsi terus-menerus karena beban organ vital kita ada kapasitasnya, sehingga butuh konsultasi pada ahlinya,” kata Kashuri seperti yang dikutip InfoPublik Rabu (28/2/2024).

Dokter Spesialis Anak dr. Ariani Dewi Widodo mengatakan pertumbuhan anak minimal sekali memerlukan nutrisi yang cukup, kesehatan, rasa aman, dan stimulasi yang tepat sesuai usianya. Stunting bukan hanya soal tinggi dan pendek, tapi perkembangan otaknya juga.

Ia menggambarkan akibat kondisi anak yang stunting, yaitu perkembangan otak yang kurang baik, sehingga IQ rendah, mudah terserang penyakit karena sistem imunnya juga melemah, serta tingkat kematian anak yang stunting pun lebih tinggi.

“Kondisi stunting menyebabkan akibat yang terus bergulir dan kondisi yang semakin berat. Anak yang stunting akan menjadi dewasa yang bermasalah dan dia akan membesarkan anak-anak yang stunting juga,” kata dr. Ariani.

Seorang influenser Tasya Kamila mengatakan pemberian suplemen kesehatan harus dalam prinsip kehati-hatian dan tidak ada jalan instan karena pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bukan hanya dari nutrisi saja, tapi dari kasih sayang juga.

“Untuk pemilihan suplemen, pastikan Cek KLIK dulu. Lalu apakah sesuai dengan kebutuhan si kecil dan konsultasikan juga ke tenaga ahli kesehatan supaya kita bisa dapatkan manfaat yang optimal dari suplementasi tersebut,” kata Tasya. she 

You Might Also Like

Candi Borobudur Siap Terima Wisatawan saat Libur Lebaran
Daerah Terdeteksi Penyakit Mulut dan Kuku Dapat Bantuan Pendampingan pada Peternak hingga Obat-obatan
Guguran Lava Merapi Masih Material Lama
Puncak HUT ke-27, Marifood Beri Beasiswa Senilai Rp 100 Juta, Kuliner Bersama hingga Beri Pin Emas Karyawan
120 Bacaleg NasDem Daftar KPU Keterwakilan Milenial Lebih 30 Persen Wanita
TAGGED:Badan POMsuplemen kesehatan
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?