FOTO: Sisa Jalur KA Betal di Dasar Waduk Gajah Mungkur

2 Min Read
Pondasi jembatan KA yang biasanya tenggelam air Waduk Gajahmungkur muncul lagi di musim kemarau ini. Pondasi jembatan dari batu yang dilekatkan dengan gamping atau kapur tersebut buatan zaman Belanda dan relatif masih utuh, meskipun sudah tak ada relnya. Foto: yds

WONOGIRI (Jatengdaily.com) – Kemarau panjang tahun 2019 ini mengakibatkan volume air Waduk Gajah Mngkur di Wonogiri Jawa Tengah menyusut drastis. Dasar waduk pun terlihat di sejumlah titik dan bekas permukiman penduduk beserta benda-benda peninggalannya pun muncul lagi.

Salah satunya di daerah Betal, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. Yang menarik adalah terlihatnya lagi bekas jalur kereta api (KA), mulai dari jembatan, jalur rel hingga bekas Stasiun Betal Nguntoronadi.

Menurut salah seorang warga asli Desa Betal, Nguntoronadi, Sutiyem (80), dulu di daerah Betal memang sangat ramai dengan kegiatan masyarakat khususnya pedagang. Kereta api yang lewat dari Solo-Wonogiri-Baturetno, selalu berhenti di Stasiun Betal Nguntoronadi.

Di daerah Betal atau sekarang warga menyebut Betal Lawas ini, masih banyak ditemukan pondasi-pondasi bekas jembatan rel KA ini. Dulunya jalur ini dimanfaatkan KA baik untuk mengangkut penumpang maupun barang, khususnya batu gamping dari Baturetno ke sejumlah pabrik gula di daerah Solo. Foto: yds


Bekas stasiun Betal Nguntoronadi yang kini tersisa pondasi bekas emplasment, dan tertutup pohon berduri. Warga menyebut, KA Baturetno ke Solo selalu berhenti di stasiun ini, karena banyak warga yang akan mengangkut barang dagangannya khususnya makanan kecil produk Nguntoronadi yakni brem. Hingga kini sebagian warga setempat masih memproduksi brem tersebut. Foto: yds


Bekas jalan rel di atas jembatan yang masih terlihat kokoh. Sejarahnya, jalur KA Solo-Baturetno ini dibangun dan dioperasionalkan sejak 1 Oktober 1923. Belanda sangat berkepentingan dengan jalur ini, sejumlah pabrik gula di Solo Raya seperti Pabrik Gula Tasikmadu, Gondang Baru, Colomadu dan Mojo membutuhkan batu gamping dari Baturetno untuk bahan pembuatan gula. Foto: yds


Namun karena akan dibangun Waduk Gajah Mungkur, maka jalur KA Wonogiri-Baturetno ditutup, perjalanan kereta api terakhirnya sendiri berangkat dari Stasiun Baturetno pada 30 April 1978 pukul 12.20 WIB dan tiba di Stasiun Wonogiri pada pukul 13.22 WIB. Sampai sekarang jalur KA yang masih aktif yakni dari Stasiun Purwosari Solo menuju Wonogiri Kota. Foto: yds


0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.