FOTO: Semangat Petani di Tengah Wabah Corona

0
267
Petani bersyukur karena hasil panen musim masih terbilang bagus meskipun sempat diserang hama tikus dan burung. Hasil penjualannya pun juga tak jatuh, karena tiap patok rata-rata bisa laku sekitar Rp 11 juta lebih. Nominal rupiah yang bisa mengembalikan modal tanam dan biaya perawatan serta sedikit keuntungan. Foto: Jatengdaily.com/yanuar

DI tengah-tengah wabah virus corona (COVID-19) yang mencemaskan semua orang, para petani di kawasan Ngempalk, Kabupaten Boyolali tetap bersemangat menjelang panen raya. Mereka pun juga tersenyum, melihat hasil panen musim ini yang relatif bagus meskipun harus ‘berdarah-darah’ melawan berbagai kesulitan mulai masa tanamnya.

Dan setidaknya bagi masyarakat yang tengah gelisah dengan ancaman virus corona juga sedikit lega, karena para petani tetap masih memproduksi pangan kita.

Seperti diungkapkan Parman (61) petani di Dibal, Ngemplak Boyolali, Jawa Tengah ini. Masa panen di wilayah tersebut bervariasi, ada yang sudah panen dan ada yang masih sekitar sebulan lagi. Namun Parman tetap bisa tersenyum, karena padi hasil tanamannya tiga patok sudah laku dibeli penebas meskipun belum panen.

Para petani tetap rajin merawat tanaman padinya, mengingat sejak awal tanam selalu diserang hama. Mulai dari hama tikus, wereng hingga burung. Kondisi ini sempat mengkhawatirkan petani, karena mereka takut gagal panen. Foto: Jatengdaily.com/yanuar


Penyemprotan anti hama menjadi pekerjaan rutin yang harus dilakukan petani. Tak heran mereka pun juga berperang dengan hama setiap harinya, demi keberhasilan panenan. Foto: Jatengdaily.com/yanuar


Petani setempat mengaku bagi seorang petani, untung atau rugi pun tetap akan menjalankan pekerjaannya memproduksi padi. Kalau tidak panen padi yang paling tidak panen ayem. “Karena orang desa itu yang penting kerja, biar hati ayem,” kata mereka. Foto: Jatengdaily.com/yanuar


Para petani yang bercocok tanam di Dibal, kawasan dekat Bandara Adi Soemarmo Surakarta tersebut bersyukur, di tengah wabah corona yang melambatkan perekonomian, mereka masih bisa panen dan hasil yang relatif bagus. Setidaknya mereka masih punya modal untuk musim tanam berikutnya. Foto: jatengdaily.com/yanuar


Meskipun para petani menuai hasil panen yang bagus, namun mereka tetap berharap agar wabah corona bisa segera rampung. Mereka khawatir, jika tak selesai-selesai maka juga akan mengganggu musim tanam berikutnya, seperti harga-harga bahan untuk tanam padi bisa menjadi mahal seperti benih, pupuk dan sebagainya. Dan mereka berharap petani tetap dibantu untuk pengadaan benih dan lainnya biar bisa tanamn lagi. Foto: Jatengdaily.com/yanuar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here