By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Ini Enam Etika Silaturrahim Yang Bisa Perpanjang Umur
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ini Enam Etika Silaturrahim Yang Bisa Perpanjang Umur

Last updated: 19 April 2024 07:06 07:06
Jatengdaily.com
Published: 19 April 2024 07:05
Share
Ilustrasi. Foto: pixabay.com
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Silaturrahim adalah salah satu ajaran pokok Islam. Sebab, makna Islam sebagai agama kasih sayang (rahmatan lil-alamin), salah satunya, adalah diwujudkan dengan bersilaturrahim. Oleh karena itu, banyak sekali perintah tentangnya, baik dalam Al-Qur’an, hadis, maupun nasehat-nasehat ulama.

Seperti dilansir dari laman kemenag, yang ditulis oleh Rosihon Anwar, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung disebutkan, jika  Allah SWT berfirman, “Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.143) Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. (An-Nisā’ [4]:1)

Dari Jubair bin Muth’im, Nabi Saw bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan persaudaraan.” (Muttafaq ‘Alaih). Nabi saw bersabda, “Barangsiapa senang diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya (diberkahi), maka hendaklah ia bersilaturrahim.” (Muttafaq ‘Alaih)

Karena sillaturrahim merupakan ajaran pokok, Islam telah menetapkan etika tertentu tentangnya. Pertama, dahulukan mengunjungi kerabat dekat, terutama orang tua, dan senantiasa menggembirakan hati mereka. Allah swt. berfirman, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya.” (Q.S. al-Isra’ [17]:26.

Kedua, memberikan sesuatu sekedar oleh-oleh. Dengan cara ini, seseorang tidak saja mendapat pahala bersilaturrahim, tetapi juga pahala sedekah dan membahagiakan orang lain. Nabi bersabda, “Kebaikan yang paling Allah senangi setelah ibadah fardhu adalah memberikan kebahagiaan kepada saudara semuslim.” (H.R. ath-Thabrani).

Ketiga, memberi nasehat/peringatan bagi yang membutuhkannya dan jalan keluar bagi yang sedang menemui kesulitan. Allah swt. berfirman, “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (Q.S. asy-Syu`ara’ [26]:214. Abu Hurairah menjelaskan bahwa ketika ayat ini turun, Nabi mengumpulkan kerabatnya dan menasehatinya.

Keempat, bersedekah kepada mereka yang miskin. Allah swt. berfirman, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.” (Q.S. Ali `Imran [3]:92).

Kelima, tidak membalas keburukan dan tidak mengharap silaturrahim balasan. Allah swt. berfirman, “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan.” (Q.S. al-Radd [13]:21). Nabi bersabda, “Yang disebut penghubung kekerabatan (orang yang bersilaturrahmi dengan sempurna), bukanlah yang membalas hubungan kekerabatan. Yang benar adalah menghubungkan kembali tali kekerabatan yang terputus.” (H.R. Bukhari)

Keenam, menundukkan pandangan, menjauhi khalwat (menyepi berduaan), dan menjaga lisan. Allah swt. berfirman: Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Dmikian itu lebih suci bagi mereka.” (Q.S. an-Nur [24]:30). Nabi bersabda, “Janganlah seseorang berkhalwat dengan wanita lain atau bepergiaan berduannya denganya kecuali disertai dengan muhrimnya.” (H.R. Bukhari). Wallahu A`lam. she 

You Might Also Like

KPU Tuntaskan Rekapitulasi, Jokowi-Ma’ruf Pemenang Pilpres
Sowan ke Gus Mus, Rektor USM dan Pembina YAU Soeharsojo Diberi Ijazah Khasiat Minum Air Ala Nabi
Rumput Stadion Manahan Sama dengan GBK
Jaring Mahasiswa Berbakat Seni dan Prestasi, USM Gelar Pemilihan Duta Kampus 2025
Pemerintah Terus Pantau Konsistensi Tren Penurunan Kasus COVID-19 di Sejumlah Daerah
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?