By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Masih Masuk Zona Merah Miskin, 14 Kabupaten di Jateng Butuh Penanganan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Masih Masuk Zona Merah Miskin, 14 Kabupaten di Jateng Butuh Penanganan

Jatengdaily.com
Published: 13 November 2019 17:17
Share
Prime topic dengan tema Strategi Pengentasan Kemiskinan di Jateng. Foto: she
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)-Kemiskinan masih menjadi problem di Jateng. Sebab, saat ini masih terdapat sedikitnya 14 kabupaten berada di zona merah kemiskinan. Oleh karena itu, butuh penanganan dari semua stakeholder terkait.

Demikian dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Jateng Abdulkadir Alkatiri, Rabu (13/11/2019). Dia mengatakan dalam prime topic goes to campus, di Unimus dengan tema Strategi Pengentasan Kemiskinan di Jateng.

Dia menyebut banyak yang bisa dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan, yang dilakukan oleh semua pihak. Dia juga mendorong Pemerintah Provinsi Jateng untuk membuat sejumlah terobosan yang membantu masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan.

Termasuk mendorong, agar perusahaan punya andil dalam membantu masyarakat di sekitarnya. Diantaranya, dengan memperkerjakan warga lokal, minimal 40 persen dari total karyawan. Juga peran perusahaan dalam tanggungjawab sosial Corporate Social Responsibility (CSR).

Kepala Bidang Pemerintahan Sosial Budaya Bappeda Provinsi Jawa Tengah Edi Wahyono mengatakan, berbagai kebijakan telah dilakukan untuk mengakselerasi capaian target tersebut. Salah satunya melalui program ‘Satu Dinas Satu Desa Miskin’. Program ini memprioritaskan percepatan pengentasan kemiskinan di 745 desa binaan, yang ada di 14 kabupaten, di Provinsi Jawa Tengah.

Program pengentasan kemiskinan saat ini sudah berjalan bagus. Namun diperlukan langkah- langkah percepatan serta terobosan guna mengentaskan warga yang masih miskin tersebut.“Maka, program Satu Dinas Satu Desa Miskin ini dilakukan untuk mengakselerasi,” ungkapnya . Hadir juga dalam kesempatan ini, Dekan Fakultas Ekonomi Unimus Dr Hardiwinoto. she

You Might Also Like

Demi Kebaikan Bersama, Gisel Putus dari Wijin
Kasus Omicron Terus Bertambah, Kemenkes Gencarkan Layanan Telemedisin
Belum Ada Titik Cerah,  Keluarga Korban Pengeroyokan di Demak Menuntut Keadilan
WeTV Original Melindungimu Selamanya Makin Seru: Ingatan Marshanda Pulih, Pernikahan Arya Vasco Terancam Gagal
27 Asrama Haji Siap Tampung Pasien Isolasi Mandiri Covid-19
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?