By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Nyadran Jaran Kepang Jadi Kegiatan Pariwisata di Temanggung
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Nyadran Jaran Kepang Jadi Kegiatan Pariwisata di Temanggung

Last updated: 29 Juli 2024 10:29 10:29
Jatengdaily.com
Published: 29 Juli 2024 10:29
Share
Nyadran jaran kepang. Foto: humas Prov Jateng
SHARE

TEMANGGUNG (Jatengdaily.com)– Penjabat (Pj) Bupati Temanggung, Hary Agung Prabowo mengatakan, Pemerintah Kabupaten Temanggung bakal memasukkan Even Nyadran Jaran Kepang (Kuda Lumping) dalam agenda tahunan.

“Di samping melestarikan kebudayaan, Nyadran Jarang Kepang ini, salah satunya dalam rangka mendukung event-event pariwisata di Temanggung. Ke depan akan kita dorong setiap tahunnya, di dalam HUT Kabupaten Temanggung agar wisatawan lokal, maupun mancanegara bisa hadir, bisa melihat event-event ini di Temanggung,” kata Pj. Bupati Hary Agung Prabowo, usai mengikuti rangkaian Nyadran Jaran Kepang, Sabtu (28/7/2024) di Lapangan Desa Kedungumpul, Kecamatan Kandangan, Temanggung.

Ia mengatakan, Pemkab Temanggung terus berupaya memberikan perhatian besar terhadap semua seni, budaya yang ada, khususnya kesenian kuda lumping.

“Kesenian kuda lumping ini harus didukung dan dikembangkan sebagai aset kebudayaan yang bernilai tinggi. Di Temanggung ini, ada 800 kelompok kesenian kuda lumping, bahkan di satu dusun itu bisa ada dua kelompok kesenian kuda lumping. Ini yang harus kita dukung terus agar tidak luntur dengan perkembangan zaman,” imbuhnya.

Hary Agung Prabowo berharap, kaderisasi seniman kuda lumping juga harus dilakukan secara masif melalui pelatihan-pelatihan kepada anak muda, bahkan anak-anak sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP dan MTs, serta SMA, maupun SMK.

“Di sisi lain, para seniman kuda lumping agar lebih kreatif dalam melakukan kreasi dan koreografi baru, agar wisatawan lokal, maupun asing tidak bosan, meski mengunjungi even ini setiap tahun,” katanya.

Jaran Kepang Temanggung atau biasa disebut jaranan adalah sebuah tarian tradisional yang menampilkan kuda-kudaan dari anyaman bambu yang menakjubkan. Tarian ini, bukan hanya sebuah pertunjukan yang menghibur, tetapi juga menyimpan nilai-nilai dan cerita kuno yang melambangkan kehidupan dan budaya masyarakat Jawa. she

You Might Also Like

HLN Ke-78, Presiden Jokowi Beri Selamat ke PLN, Berpesan untuk Wujudkan Ketahanan Energi hingga Menerangi Pelosok Negeri
Inilah Prosedur Layanan Telemedisin Bagi Pasien Isolasi Mandiri Terkonfirmasi Omicron
Polisi Terus Buru Pelaku Penembakan Uztad Armand
KAI Daop 4 Semarang bersama Satlantas Polrestabes Semarang Sosialisasi Taat Berlalu Lintas di Perlintasan KA
Rapat Pleno Rekapitulasi KPU tingkat Kota Semarang, Mbak Ita Minta Semua Pihak Ikut Memonitor
TAGGED:Nyadran Jaran Kepang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?