By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Lestarikan Bangunan Cagar Budaya, Stasiun Bedono Dicat Ulang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Lestarikan Bangunan Cagar Budaya, Stasiun Bedono Dicat Ulang

Last updated: 21 Oktober 2024 13:54 13:54
Jatengdaily.com
Published: 21 Oktober 2024 13:54
Share
Stasiun Bedono. Foto: Daop 4
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang bersama Komunitas Pecinta Kereta Api IRPS (Indonesian Railway Preservation Society) mengadakan peresmian dan tasyakuran atas kegiatan preservasi di Stasiun Bedono pada Sabtu, 19 Oktober 2024 yang bertempat di Stasiun Bedono, Kabupaten Semarang. Acara ini merupakan bentuk upaya bersama dalam melestarikan cagar budaya perkeretaapian yang bersejarah.

Kegiatan preservasi untuk menjaga dan memelihara Stasiun Bedono yang terletak di Kabupaten Semarang ini agar tetap utuh, terjaga, dan tidak rusak ini berlangsung selama 26 hari, dimulai sejak 23 September hingga 18 Oktober 2024. Dalam periode tersebut, tim dari KAI bersama Komunitas IRPS secara bergotong royong melakukan pengecatan ulang pada sejumlah struktur penting di stasiun, seperti corong air, persinyalan, dan sepur putar.

Pengecatan ini tidak hanya memperbarui tampilan fisik, tetapi juga mengembalikan warna asli setiap objek sesuai dengan dokumentasi sejarahnya, sehingga estetika dan nilai sejarah dapat tetap terjaga.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo menyampaikan bahwa pelaksanaan pengecatan ini melibatkan anggota Komunitas IRPS yang secara bergantian hadir setiap hari untuk berpartisipasi dalam pekerjaan. “Kerja sama ini adalah bukti nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pelestarian warisan perkeretaapian di Indonesia,” terangnya.

Stasiun Bedono sendiri merupakan salah satu stasiun tua yang dibangun pada era kolonial Belanda, terletak di jalur kereta api Ambarawa – Bedono. Dikenal sebagai salah satu rute bersejarah dengan pemandangan pegunungan yang indah, Stasiun Bedono juga menyimpan kekayaan arsitektur khas zaman tersebut, menjadikannya bagian dari cagar budaya yang harus dijaga keberadaannya.

“Preservasi ini adalah wujud dari komitmen KAI untuk menjaga bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dengan melibatkan komunitas pecinta kereta api seperti IRPS, kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat luas untuk ikut peduli terhadap pelestarian aset-aset bersejarah perkeretaapian lainnya,” tambah Franoto.

Tak hanya pengecatan, kegiatan tersebut juga mencakup pembersihan area taman di sekitar Stasiun Bedono. Dengan kondisi stasiun yang sudah tidak aktif, area tersebut sempat kurang terawat. Melalui aksi ini, lingkungan stasiun kembali terlihat asri dan nyaman, menggambarkan keindahan stasiun tempo dulu.

KAI Daop 4 Semarang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Komunitas IRPS yang telah berperan aktif dalam kegiatan ini. “Tanpa dukungan dan dedikasi dari para anggota IRPS, upaya pelestarian ini mungkin tidak dapat berjalan sebaik ini. Kami sangat mengapresiasi semangat mereka dalam menjaga warisan perkeretaapian,” ungkapnya.

Ke depannya, diharapkan preservasi ini dapat menjadi contoh bagi pelestarian cagar budaya perkeretaapian lainnya di Indonesia. “Melalui kegiatan ini, diharapkan minat masyarakat terhadap sejarah dan budaya kereta api akan semakin meningkat, sehingga bangunan-bangunan bersejarah dapat terus dilestarikan dan dinikmati oleh generasi mendatang,” tutup Franoto. she

You Might Also Like

Peringatan 100 Tahun Alm Prof Sudarto SH, Rektor USM: Kami Beruntung dan Bangga Menjadi Cucu Murid Beliau
Kapolda Minta Penjagaan di Perbatasan Brebes Diperketat
Tim Pengabdian Masyarakat FSM Undip Sosialisasi Sistem Budidaya Modern di Karimunjawa
23.194 Santri Tidak Pulang Kampung, Baznas Salurkan Dana Rp 2,319 Miliar
Banjir di NTT; 68 Orang Meninggal, 70 Orang Hilang
TAGGED:Bangunan Cagar BudayaStasiun BedonoStasiun Bedono Dicat Ulang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?