By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: 459 Mahasiswa Untag Semarang Diwisuda, Rektor Berpesan Jangan Mudah ‘Baper’ Digerus Polusi Moral
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

459 Mahasiswa Untag Semarang Diwisuda, Rektor Berpesan Jangan Mudah ‘Baper’ Digerus Polusi Moral

Last updated: 23 Oktober 2024 18:08 18:08
Jatengdaily.com
Published: 23 Oktober 2024 17:56
Share
Salah seorang wisudawati Dr. Fadia Arafiq, SE, MM yang kini menjabat sebagai Bupati Pekalongan telah dipindahkan kucir topi toganya oleh Rektor Prof. Dr. Drs. Suparno, MSi pada acara wosuda Untag Semarang yang ke -90, pada Rabu, 23/10/2024. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sebanyak 459 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang diwisuda. Prosesi wisuda yang digelar melalui rapat senat terbuka tersebut dilaksanakan di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Rabu (23/10/2024).

Di antara para wisudawan Untag Semarang, terdapat kepala daerah yakni Bupati Pekalongan Dr Fadia Arafiq, SE, MM, yang dinyatakan lulus sebagai doktor pada ujian terbuka promosi doktor ikut serta diwisuda.

Hadir dan juga memberikan sambutan pada wisuda Untag tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jateng Bhimo Widyo Andoko S.H., M.H, mantan anggota DPRD Jateng, Drs St Sukirno. Wisuda kali ini lebih semarak, karena prosesi wisuda juga dihadiri orang tua wisudawan maupun para kerabat.
Rektor Untag, Prof Dr Drs H Suparno MSi menyampaikan pesan khusus kepada para wisudawan.

Pada era digital juga menjadi tantangan lain yang harus dihadapi oleh lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pekerjaan. Ke depan secara perlahan tapi pasti teknologi akan menggantikan peran manusia dalam pekerjaan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof Suparno berpesan agar lulusan Untag Semarang tidak hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh di kampus, namun juga perlu menggali dan mempelajari ilmu sesuai kompetensi lainnya dari berbagai sumber untuk meningkatkan inovasi dan kreativitasnya.

”Para lulusan harus lebih mengembangkan diri, meningkatkan kecerdasan emosional dan kemampuannya di luar kemampuan teknis serta akademis, dengan lebih mengutamakan kemampuan interpersonal,” pinta Prof Suparno.

Ada beberapa karakter yang harus ditingkatkan oleh para lulusan, yaitu :
1. Karakter moral meliputi, kejujuran, integritas dan takwa.
2. Karakter kinerja meliputi etos, disiplin dan tanggung jawab.
3. Karakter kompetensi, meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas yang tinggi dan kolaborasi dengan pihak lain.
4. Karakter literasi, meliputi kemampuan pemahaman literasi data dan literasi teknologi.

Prof Suparno menambahkan, wisuda ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Untag Semarang kepada bangsa dan negara Indonesia dan sekaligus merupakan wujud karya Untag sebagai lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan lulusan yang profesional, tangguh, berjiwa nasionalis dan berakhlak mulia.

”Wisuda merupakan sebuah simbol berakhirnya proses pendidikan di perguruan tinggi, namun bukan berarti pembelajaran telah selesai. Kemauan untuk terus belajar merupakan hal yang sangat penting agar tidak tertinggal oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Dengan belajar dan membekali diri dengan keterampilan saudara-saudara senantiasa akan dapat beradaptasi dan mengintegrasikan diri dengan lingkungan, dan mampu berkompetisi secara sehat dan sporti,” katanya.

Menurut Prof Suparno, bonus dekade demografi merupakan masa di mana jumlah penduduk usia produktif dan usia muda terbesar dari masa sebelumnya. Akibatnya, persaingan untuk memperoleh lapangan pekerjaan semakin meningkat. Pada masa ini penduduk usia produktif kita adalah yang terbesar sepanjang sejarah.

”Berkomitmen untuk terus berperan membangun negeri, diawali dengan peran-peran kecil yang sederhana, namun terus berkelanjutan. Selain itu kalian harus terus membangun diri, baik dari sisi akademis, akhlaq dan adab, dan menjadi generasi yang baik dan kuat, jangan gampang “kena mental”, jangan mager (malas gerak) dan jangan gampang “baper” digerus polusi moral,” pinta Prof Suparno.

Untag Semarang memberi perhatian secara proporsional pada bidang akademik dan nonakademik, karena tidak semua mahasiswa memiliki keunggulan akademik namun ada juga yang justru menonjol di bidang non akademik, misalnya seni dan olahraga.

Suparno menambahkan, Untag Semarang sejak berdiri tahun 1963 sampai wisuda periode II tahun 2024 ini telah meluluskan 45.141 alumni dari strata Ahli Madya, Sarjana, Magister dan Doktor yang berasal dari 19 program studi.

Saat ini mereka tersebar di seluruh penjuru tanah air dalam berbagai profesi dan pekerjaan antara lain sebagai ASN, bekerja di bidang industri dan perusahaan, akademisi, BUMN, BUMD, Perbankan, Pejabat Pemerintahan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Lawyer, Anggota Legislatif, dan berbagai profesi lainnya. St

 

You Might Also Like

Tim Tenis USM dan DPRD/Pemkab Jepara Tanding Persahabatan
Mahasiswa Fikom Unissula Perkuat Kompetensi Industri Media lewat KKL
Unissula PTS Terbaik Se Semarang Versi Edurank
Lawan Infeksi Virus, FK Unissula Bekali Warga Banjardowo dengan Pengaturan Gizi Seimbang dan Aktivitas Fisik
Tanam Harapan untuk Bumi: Tunas Kecil Berdikari USM Hijaukan Desa Karangsono Bersama Warga
TAGGED:459 Mahasiswa Untag Semarang DiwisudaDigerus Polusi MoralRektor Berpesan Jangan Mudah 'Baper'
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?