By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Talkshow Radio USM Jaya, Inilah Tantangan Pariwisata Berkelanjutan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Talkshow Radio USM Jaya, Inilah Tantangan Pariwisata Berkelanjutan

Last updated: 25 Oktober 2024 07:15 07:15
Jatengdaily.com
Published: 25 Oktober 2024 07:15
Share
Dosen Program Studi Pariwisata Universitas Semarang (USM), M. Satrio Wibowo, S.Kel.,M.Sc saat menjadi narasumber dalam Talkshow Radio USM Jaya bersama Prodi Pariwisata USM yang mengusung tema "Pariwisata Berkelanjutan : Wisatawan Puas dan Alam Terjaga" di Studio Radio USM Jaya Gedung N USM pada Rabu (23/10/2024).Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Indonesia memiliki beragam destinasi wisata yang memukau. Namun tak semuanya memiliki konsep berkelanjutan, dimana dapat bermanfaat baik bagi masyarakat maupun lingkungan dalam jangka panjang.

Hal itu diungkapkan dosen Program Studi Pariwisata Universitas Semarang (USM), M. Satrio Wibowo, S.Kel.,M.Sc saat menjadi narasumber dalam Talkshow Radio USM Jaya bersama Prodi Pariwisata USM yang mengusung tema “Pariwisata Berkelanjutan : Wisatawan Puas dan Alam Terjaga” di Studio Radio USM Jaya Gedung N USM pada Rabu (23/10/2024).

Dia mengatakan, ada sejumlah tantangan dalam mengimplementasikan pariwisata berkelanjutan.

”Masyarakat bisa milih mau menjalankan wisata dengan ribuan pengunjung, namun alam berisiko cepat rusak dan hanya bertahan beberapa bulan, atau milih pembatasan pengunjung tapi bisa bertahan belasan tahun ke depan. Banyak orang belum mengerti hal itu. Mereka beranggapan selagi bisa dapat keuntungan besar, ya keruk terus tapi tidak mengetahui bertahan sampai kapan,” katanya.

Menurutnya, sebuah destinasi dapat disebut pariwisata berkelanjutan kalau dalam kegiatan pariwisata memperhatikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya yang dikelola secara seimbang.

Adapun tujuan utama industri pariwisata adalah mendatangkan kepuasan wisatawan. Semakin puas wisatawan maka akan banyak wisatawan yang berkunjung dan berdampak pada perputaran perekonomian.

”Yang ketiga, bagaimana objek atau destinasi wisata bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Manfaatnya mungkin tidak sekarang, tapi bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” jelasnya.

Menurutnya, masih sedikit wisata di Indonesia yang menerapkan konsep berkelanjutan. Hal ini dikarenakan wisata berkelanjutan dapat dikatakan sebagai wisata eksklusif.

”Salah satunya Candi Borobudur dimana jumlah wisatawan dibatasi dan harganya naik. Itulah yang mengarah ke pariwisata berkelanjutan dengan menerapkan daya dukung kawasan. Dimana suatu tempat alamnya terjaga, tidak rusak tapi wisatawan tetap mendapatkan kepuasan itu,” ucap Satrio.

Dia menambahkan, untuk merencanakan konsep berkelanjutan dapat dilakukan melalui penelitian atau survei. Jika telah mengetahui potensi yang dimiliki suatu wisata, maka dapat dengan tepat menyusun strategi yang dibutuhkan untuk perencanaan pariwisata berkelanjutan di destinasi tersebut.

”Kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Pariwisata yang sebelumnya dipegang oleh Sandiaga Uno terkait dengan pengembangan desa wisata berkelanjutan sangat menarik,” ungkapnya.

Dia berharap, kepemimpinan Menteri Pariwisata Periode 2024-2029 dapat menambahkan dan meneruskan kebijakan tersebut.

”Dengan menerapkan pariwisata berkelanjutan akan banyak sekali manfaat yang didapatkan, di antaranya wisatawan akan puas. KSelain itu masyarakat sekitar juga mendapatkan manfaatnya dan lingkungan alam pun tetap terjaga,” tuturnya.

Tak sendiri, talkshow yang dipandu Penyiar Radio USM Jaya, Elsa Safira itu turut mendatangkan Mahasiswi Pariwisata USM yaitu Aurel Filadelfia Saviola.

Menurut Aurel, manfaat pariwisata berkelanjutan cukup banyak, di antaranya dapat dirasakan oleh warga lokal dengan adanya peluang pengusaha lokal.

Selain itu daya tarik investasinya terkendali karena kalau pariwisata hanya mengandalkan rame atau viral saja.

”Nanti paling satu dua bulan daya tariknya akan berkurang,” ujarnya.

Aurel mengatakan, beberapa stakeholder yang dapat membantu mengembangkan pariwisata berkelanjutan adalah pelaku wisata/wisatawan, swasta, masyarakat lokal, pemerintah, media untuk promosi, hingga akademisi seperti kampus atau institusi yang berperan dalam melakukan penelitian atau penyedia SDM.

”Kita mempunyai peran untuk pariwisata berkelanjutan ini. Jadi memilihlah destinasi yang bertanggung jawab, mendukung bisnis lokal, dan menyebarkan kesaraan akan pentingnya menjaga sumber daya agar generasi yang akan datang tetap bisa menikmati apa yang kita nikmati sekarang,” tegasnya. St

You Might Also Like

PDIH Unissula Kolaborasi dengan MPR RI Undang Pakar Bahas Kekerasan Seksual dan Perlindungan Anak
Tiga Hakim Pengadilan Negeri Semarang Lulus Ujian Tesis di Magister Hukum USM
Dosen UNIPI Tangerang Istajib Raih Doktor dari PDIM FE Unissula
Mahasiswa Ilkom USM Kampanyekan Baju Adat Indonesia
Tim PkM USM Beri Pelatihan Parental Acceptance di SDLB C1 Widya Bhakti Semarang
TAGGED:Talkshow Radio USM JayaTantangan Pariwisata Berkelanjutan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?