By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: BKKBN Jateng Launching ‘Genting’ untuk Sejuta Anak Stunting
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

BKKBN Jateng Launching ‘Genting’ untuk Sejuta Anak Stunting

Last updated: 5 Desember 2024 18:33 18:33
Jatengdaily.com
Published: 5 Desember 2024 18:33
Share
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di aula PT Pos Indonesia Regional Area 4, Jalan Sisingamangaraja Kota Semarang, Kamis (5/12/2024).Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di aula PT Pos Indonesia Regional Area 4, Jalan Sisingamangaraja Kota Semarang, Kamis (5/12/2024).

Genting di-launching secara nasional oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang dipusatkan di Karawang Jawa Barat, tepatnya di Desa Mulyasari yang dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji dan sejumlah menteri lain yang diikuti 32 Provinsi secara daring.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistya Ediningsih mengatakan, launching Genting untuk sejuta anak stunting ini didukung banyak pihak.

“Melalui acara ini saya mengajak seluruh pihak untuk bisa bersama-sama berpartisipasi mensukseskan gerakan orang tua asuh yang memberikan manfaat untuk keluarga ibu hamil dan anak di bawah dua tahun. Kita mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah menuntaskan stunting,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN yang akrab disapa Mak Eka ini mengatakan, dalam program Genting ini BKKBN Provinsi Jawa Tengah sudah memiliki dashboard.

“Dari dashboard kita bisa melihat siapa saja anak yang dibantu, siapa saja yang membantu bisa dilihat by name by address (sesuai nama dan alamat), bagaimana perkembangan dari bulan ke bulan, dan bagaimana nanti di masa akhir bantuan, apakah mereka bisa keluar dari ancaman stunting,” ungkapnya.

Ia menyebut, bukan hanya dari unsur pemerintah yang membantu, tapi juga dari pihak swasta dan lainnya.

“Bantuan tidak melalui BKKBN, jadi BKKBN tidak menerima uang, tetapi langsung dari orang tua asuh kepada anak asuh. Semua sangat transparan,” tandas Eka.

Eka menyampaikan, dalam kabinet Prabowo, BKKBN berubah menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

“Kita patut bangga karena setelah sekian lama ada satu kementerian yang mengurusi kependudukan. Kementerian ini adalah kementerian negara maju, karena tidak banyak negara lain yang memiliki. Hal ini tak lepas dari keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan jumlah penduduk,” ungkapnya.

Bonus Demografi Mulai Lewat
Ditambahkan, dari sisi struktur penduduk, Indonesia mengalami perubahan penduduk usia kerja yang lebih tinggi (usia15-64). Ini yang akan memberikan peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi yang akan memuncak antara 2022-2037.

“Tapi rasanya sekarang bonus itu sudah pelan-pelan meninggalkan kita. Sebagai contoh adalah Provinsi Yogyakarta, bonus demografi sudah lewat. Sementara angka kemiskinan masih ada,” jelasnya.

Dari sisi kualitas penduduk, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang besar karena prevelensi stunting yang masih sebesar 21,5 persen (SKI 2023), sementara target angka stunting 2024 adalah turun menjadi 14 persen.

Asisten Pemerintahan & Kesra Setda Prov Jateng, Dra. Ema Rachmawati berharap, tidak hanya pemerintah saja yang memiliki tanggung jawab soal stunting, namun seluruh pihak baik BUMN, BUMD, swasta, maupun perseorangan untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan stunting.
Ia menyebut akan menyurati semua unsur yang terlibat dalam Genting ini untuk meminta komitmennya.

“Kita minggu depan akan menyurati semua unsur yang terlibat dalam Genting untuk meminta komitmennya, mereka mau menyumbang apa akan kita data,” ujarnya.

Dalam peluncuran Genting secara simbolis BKKBN Provinsi Jawa Tengah menyerahkan paket bantuan kepada 10 orang penerima manfaat.St

You Might Also Like

Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Terus Naik, Masyarakat Diminta Perketat Prokes
PKS Kota Semarang Resmi Usung Hendi-Ita
Tasyakuran HPN 2023, Dandim 0733 KS: Kekuatan Pers Turut Menjaga Keutuhan NKRI
Totalitas Prilly Latuconsina di Film Danur 3, Sampai Masuk Rumah Sakit
UPZ MAJT Gulirkan Rp1,8 Miliar Zakat Produktif, Dorong UMKM Bangkit di Tengah Lesunya Ekonomi
TAGGED:BKKBN Jateng Launching 'Genting'untuk Sejuta Anak Stunting
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?