By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Riset Inovatif Pemanfaatan NRL sebagai Bahan Alternatif untuk Aspal Jalan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Riset Inovatif Pemanfaatan NRL sebagai Bahan Alternatif untuk Aspal Jalan

Jatengdaily.com
Published: 17 Januari 2025 09:18
Share
Fardzanela Suwarto. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Pembangunan jalan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah berkontribusi secara signifikan terhadap meningkatnya emisi global.

Untuk menjawab tantangan ini, Dosen Prodi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur, D4 Sekolah Vokasi Undip Fardzanela Suwarto PhD, membuat riset inovatif berjudul “Performance Modelling, Life Cycle Assessment, and Life Cycle Cost Analysis of Natural Rubber Latex Modified Asphalt Pavement”.

Riset ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan Natural Rubber Latex (NRL) sebagai bahan alternatif dalam perkerasan aspal, menggantikan bahan sintetis yang berbasis minyak bumi.

NRL merupakan bahan terbarukan yang menawarkan solusi berkelanjutan bagi industri infrastruktur jalan. Berbagai penelitian juga telah mengindikasikan bahwa campuran aspal dengan NRL memiliki karakteristik yang lebih unggul dibandingkan aspal konvensional.

Fardzanela mengaplikasikan metode Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengukur dampak lingkungan dan Life Cycle Cost Analysis (LCCA) untuk menilai kelayakan ekonominya.

Dari hasil penelitian menunjukkan NRL memiliki keunggulan dalam aspek lingkungan dan biaya ekonomi. NRL menunjukkan elastisitas lebih baik, kekuatan lebih tinggi, dan ketahanan yang lebih unggul. Bahkan dalam jangka waktu 20 tahun, NRL memerlukan pemeliharaan lebih jarang dibandingkan model konvensional,”ungkap Fardzanela baru-baru ini.

Selain itu, hasil analisis LCA menunjukkan bahwa NRL memiliki potensi pemanasan global (Global Warming Potential, GWP) terendah, dalam fase pemeliharaan jalan. Penelitian ini juga membuktikan bahwa lateks karet alam tidak hanya memberikan dampak lingkungan yang lebih kecil. Tetapi juga menjadi pilihan yang ekonomis dalam jangka panjang.

NRL memiliki potensi untuk menjadi inovasi signifikan dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Sebagai universitas riset yang unggul, Undip terus mendukung ragam penelitian yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Inovasi dalam pemanfaatan sumber daya terbarukan ini adalah langkah strategis menuju masa depan pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan. she

Fardzanela Suwarto. Foto: dok

You Might Also Like

Segera Daftar PPDB Online TK, SD, dan SMP di Kota Semarang Ditutup 20 Juni 2023, Cek Websitenya!
Mitra Binaan UNDIP di Jepara Tembus Ekspor Teri ke Jepang dan Singapura, Tingkatkan Daya Saing Nelayan Lokal
BEM UGM Tiyo Ardianto Seminar di USM, Mahasiswa Didorong Kedepankan Kritik Objektif
Rektor USM Jadi Anggota Kehormatan PMI Kota Semarang
Mahasiswa Fakultas Teknik Untag Bangun Longsor Edu Park dan Rumah Konstruksi
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?