DEMAK (Jatengdaily.com)- Bencana banjir kembali melanda sebagian wilayah Kabupaten Demak, Selasa (21/01/2025). Akibat tanggul jebol di dua titik, lahan sawah seluas 500 hektar dan 1.006 rumah tergenang banjir.
Dua titik tanggul jebol tersebut ada di Dukuh Gatak Desa Tlogoweru Kecamatan Guntur, dan Dukuh Wareng Desa atau Kecamatan Kebonagung. Tanggul jebol selebar kurang lebih 20 meter di Desa Tlogoweru disebabkan Sungai Cabean tak mampu menampung debit air, yang meningkat karena curah hujan tinggi di wilayah hulu.
Begitu pun tanggul kanan Sungai Tuntang di Desa Kebonagung, jebol oleh debit air yang meningkat kiriman dari wilayah hulu. Imbasnya, selain menggenangi sekitar 500 hektar lahan pertanian dan peternakan, juga merendam kawasan pemukiman warga.

“Karena adanya tanggul jebol di dua titik tersebut, kurang lebih 1.006 rumah warga terendam banjir. Selain itu ada juga lima gedung sekolah, 15 tempat ibadah, serta satu balai desa yakni Balaidesa Tlogoweru Guntur,” ungkap Sekda Demak H Akhmad Sugiharto ST MT, didampingi Plt Kalak BPBD H Haris Wahyudi Ridwan AP MSi.
Sebanyak 2.000 jiwa warga Tlogoweru dan 400 jiwa warga Desa Bogosari Kecamatan Guntur sempat mengungsi akibat genangan banjir yang tinggi pada Selasa (21/01/2025) sini hari. Namun mereka kembali ke rumah pada siang harinya, karena genangan banjir menurun.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak banjir tersebut, Pemkab Demak melalui Dinsos P2PA dan BPBD berkoordinasi tim kemanusiaan telah melakukan distribusi bantuan logistik. rie-she
0



