Megengan Demak 2025 Dipadati Massa, Dimeriahkan 1.000 Penampil Seni

2 Min Read
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah didampingi suami, dr H Muh Zaky Ma'ardi, berfoto bersama Sekda H Akhmad Sugiharto dan jajaran Forkompimda, usai menabuh bedug, tanda dimulainya Festival Megengan dan Kirab Budaya Kota Wali 2025 gelaran Dinas Pariwisata Kabupaten Demak. Foto : Sari Jati

DEMAK (Jatengdaily.com) – Menyambut Ramadhan 1446 H / 2025, Dinas Pariwisata Kabupaten Demak kembali menyelenggarakan Festival Megengan dan Kirab Budaya Kota Wali 2025, Jumat (28/02/2025). Sebanyak 1.000 penampil seni turut memeriahkan agenda tahunan yang dibuka oleh Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, SE itu.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak Dra. Endah Cahya Rini, MM menyampaikan, meski rutin diadakan setiap tahun, namun selalu ada sentuhan berbeda. “Tahun 2025 ini, Festival Megengan dan Kirab Budaya Kota Wali dimeriahkan 1.000 penampil seni, dari segala usia, mulai 3 tahun hingga 50 tahun,” tuturnya.

Mulai dari tari kolosal Ancak-ancak Megengan, Tari Suka-suka, hingga kirab budaya yang diikuti 11 kontingen . Bahkan ada di antaranya persembahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang mengkampanyekan gerakan anti bullying.

“Para seniman ini meski menampilkan pertunjukan yang berbeda-beda, namun semuanya mengangkat unsur islami yang luar biasa. Wujud sinergitas antar stakea holder untuk mengembangkan sektor pariwisata Kabupaten Demak,” kata Endah Cahya Rini.

Bupati Eisti’anah pun memberikan apresiasi atas kreatifitas para pegiat seni dan budaya, sehingga menjadikan tradisi Megengan Demak yang notabene media berkumpulnya masyarakat menunggu pengumuman datangnya bulan suci Ramadhan, menjadi lebih berwarna.

“Luar biasa inovasi dari tahun ke tahun oleh Dinas Pariwisata, yang selalu  menampilkan sesuatu yang berbeda-beda. Terlebih tradisi ini tujuannya untuk nguri-uri kebudayaan peninggalan Walisanga,” kata bupati.

Karena kalau tidak rutin diperingati, bisa jadi banyak generasi muda yang tidak mengenalinya lagi. Yakni tradisi khas Demak peninggalan para leluhur tentang menyabut bulan suci Ramadhan. rie-she

Share This Article