By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Gelar Nusantara Bermunajat, Demi Kedamaian Negeri
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Gelar Nusantara Bermunajat, Demi Kedamaian Negeri

Jatengdaily.com
Published: 19 Januari 2020 19:02
Share
Ketua sekaligus pendiri Padasuka KH R Syarif Rahmat saat memimpin doa untuk kedamaian negeri ini dalam Nusantara Bermunajat ke-3, yang diselenggarakan di serambi Masjid Agung Demak. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Berlatar belakang beragam persoalan di negeri Indonesia ini, Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka) menggelar ‘Nusantara Bermunajat’. Bertema ‘Damailah Bangsaku, Bangkitlah Negeriku’, ribuan santri Padasuka pun memanjatkan doa-doa kitab munajat. Memohon Indonesia damai, sentosa, tenteram dan sejahtera.

Ketua sekaligus pendiri Padasuka KH R Syarif Rahmat menjelaskan, Padasuka adalah wadah dakwah kultural yang bercita-cita utama mengajak masyarakat nusantara pulang ke bumi pertiwi. “Tradisi budaya serta adat istiadat di nusantara ini karunia Allah SWT. Maka itu penting dijaga eksistensinya,” ujar dosen PTIQ dan IQQ Jakarta itu, Minggu (19/1/2020).

Nama Sunan Kalijaga diambil sebagai bagian dari nama padepokan, karena walau bukan penguasa formal namun tokoh Wali Sanga itu turut menjadi penentu. “Berada di mana-mana tapi bukan menjadi apa-apa kecuali pendakwah yang menyampaikan kebenaran. Bahkan kebijakan yang disampaikan telah mewarnai segala lini, termasuk dunia kekuasaan,” kata dia.

Disebutkan, ‘Nusantara Bermunajat’ bertujuan mendoakan bangsa dan negara dengan doa-doa dalam kitab munajat. Sedangkan Kitab Munajat yang dimaksud adalah buku atau kitab yang berisi kumpulan wirid dan doa yang dipetik dalam Alquran dan dirangkum oleh KHR Syarif Rahmat RA SQ MA.

“Bagian awal berisi awrad atau kumpulan wirid dari Alquran. Sedangkan bagian kedua berisi rangkuman doa yang terdapat dalam Alquran, keseluruhan berjumlah 69 kalimat doa,” imbuh Ali Rahman, bagian publikasi Nusantata Bermunajat Ke-3, yang digelar di serambi Masjid Agung Demak.

“Harapan kami lewat Nusantara Bermunajat dapat turut serta meluruskan sejarah bangsa dan negara,” tandasnya. rie-yds

You Might Also Like

Perkuat Upaya Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional, Pemkot Semarang Gelar Seminar Nasional KH Sholeh Darat
PSIS Semarang Bangun Training Center di Kendal
Samsung Hadirkan Try Galaxy S26 Series, Pengguna Bisa Coba Fitur AI dan Kamera Langsung dari HP Sendiri
Bagikan 60.000 Bibit, Marimas Ajak Santri Tanam Singkong
Kagumi BJ Habibie, Rara Quins Curahkan Hati Lewat Kanvas
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?