By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Hadiri Penyerahan Abon-abon dari Kraton Surakarta di Kasepuhan Kadilangu, Plh Bupati Demak Ajak Nguri-uri Warisan Leluhur
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Hadiri Penyerahan Abon-abon dari Kraton Surakarta di Kasepuhan Kadilangu, Plh Bupati Demak Ajak Nguri-uri Warisan Leluhur

Last updated: 4 Juni 2025 17:24 17:24
Jatengdaily.com
Published: 4 Juni 2025 17:24
Share
Plh Bupati Demak KH Muhammad Badruddin menyampaikan sambutan pada acara penyerahan abon-abon ubarampe tradisi jamasan pusaka Sunan Kalijaga di Kasepuhan Kadilangu. Foto : sari jati
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Plh Bupati Demak KH Muhammad Badruddin MPd menghadiri acara penyerahan abon-abon, ubarampe tradisi jamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga di Kasepuhan Kadilangu, Rabu (04/06/2025). Kesempatan itu pun dimanfaatkan untuk mengajak segenap yang hadir khususnya dan masyarakat pada umumnya, nguri-uri atau melestarikan tradisi budaya warisan leluhur.

Tak lupa Gus Bad, demikian Muhammad Badruddin biasa disapa, menyampaikan  terimakasih karena telah diundang hadir pada rangkaian acara Grebeg Besar Demak. Yang puncak acaranya adalah ritual jamasan Keris Kiai Carubuk dan Kutang Ontokusumo, pada 10 Dzulhijah atau bersamaan perayaan Idul Adha.

“Alhamdulillah serta terimakasih kami haturkan kepada keluarga Kasepuhan Kadilangu yang telah melibatkan kami dari jajaran Pemkab Demak, dalam acara silaturahmi sekaligus penyerahan abon-abon ubarampe tradisi jamasan pusaka Sunan Kalijaga,” ungkapnya.

Sehubungan itu, Plh Bupati Badruddin pun berharap dukungan dari Kasepuhan Kadilangu turut serta mensukseskan pembangunan daerah. Utamanya di bidang pariwisata, sehingga membawa kesejahteraan masyarakat.

“Perlu digarisbawahi, lanjut Plh Bupati Badruddin, upaya nguri-uri tradisi budaya warisan para pendahulu serta perintis berdirinya Kabupaten Demak tersebut sesuai hadist Rasulullah SAW. Bahwa, bukan lah termasuk golongan kami, orang yang tidak mengasihi anak kecil dan tidak menghormati ajaran orang tua.

“Termasuk di antara tindakan menghormati orang tua  adalah melestarikan tradisi budaya yang ditinggalkan,” terangnya.

Turut hadir dalam acara yang berlangsung di Pendapa Natabratan Kadilangu tersebut, Sekda Kabupaten Demak H Akhmad Sugiharto ST MT. Kepala Dinas Perhubungan H Arief Sudaryanto SSos MSi, Kabid Penegakan Hukum Daerah Satpol PP Sardi Teong dan Camat Demak Okky Andrianto SH MH.

Mengenai kegiatan yang sempat tertunda dua jam dari yang dijadwalkan, Sesepuh Trah Kadilangu Raden Haji Imam Cahya Santosa menyampaikan permohonan maaf. Disebutkan, keterlambatan rombongan utusan Pakubuwono XIII dari Kraton Surakarta dikarenakan terjebak macet oleh banjir rob di jalur pantura Kaligawe – Sayung.

“Ini disebabkan faktor alam yang tidak bisa dicegah. Beda dengan hujan yang bisa dialihkan, banjir rob sejauh ini masih menjadi ‘PR’ pemerintah untuk menanganinya,” ungkapnya.

Di sisi lain, GPH Adipati Dipo Kusumo mengatakan, rombongannya menyerahkan ubo rampe abon-abon untuk jamasan pusaka Sunan Kalijaga pada 10 Dzulhijah. Ubarampe tersebut antara lain berisi minyak jamas yang dibuat dari minyak kelapa di Masjid Agung Surakarta yang menghadap kiblat, serta bunga rampe.

Minyak jamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga dari Surakarta, menurutnya,  diberikan kepada Kasepuhan Kadilangu sejak jaman Mataram. Hal itu sebagai wujud penghormatan syiar Islam Sunan Kalijaga melalui berbagai filosofi dan simbol kejawen.

“Seperti cerita wayang, tembang, hingga iringan gamelan. Maupun perlengkapan selamatan seperti takir, yang merupakan akronim takwa dan dzikir,” kata Dipo Kusumo. rie-she 

You Might Also Like

DKJT Apresiasi Pengesahan Perda Pemajuan Kebudayaan
Viral Kasus Perundungan Anak di Cilacap, Polisi Telah Tangkap Pelakunya
Presiden Prabowo Subianto Lantik Mayor Teddy Jadi Sekretaris Kabinet
Deklarator Satupena Jawa Tengah Meninggal Dunia
Anggota Polda Jateng yang Terlibat Bekingi Judi Bakal Dicopot
TAGGED:Nguri-uri Warisan LeluhurPlh Bupati Demak
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?