By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Mahasiswa MBKM Internal USM Gelar FGD
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Mahasiswa MBKM Internal USM Gelar FGD

Last updated: 20 Juni 2025 20:12 20:12
Jatengdaily.com
Published: 20 Juni 2025 07:34
Share
Forum Group Discussion (FGD) bertemakan ''Menguatkan Perempuan, Menghentikan Kekerasan bersama dengan LRC-KJHAM'' pada 19 Juni 2025 di Gedung G 3.5 Universitas Semarang.Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Mahasiswa MBKM Internal Ilmu Komunikasi Universitas Semarang bersama LRC-KJHAM (Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertemakan ”Menguatkan Perempuan, Menghentikan Kekerasan bersama dengan LRC-KJHAM” pada 19 Juni 2025 di Gedung G 3.5 Universitas Semarang.

FGD ini diikuti 20 mahasiswa Universitas Semarang yang tergabung dalam program MBKM Internal.

Kegiatan dipandu oleh fasilitator dan aktivis dari LRC KJHAM Nihayatul Mukharomah, S.H,M.H.

osen Pembimbing Lapangan MBKM Internal USM, Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos,M.Si mengatakan, kegiatan ini adalah wujud nyata sinergi antara pendidikan tinggi dan lembaga advokasi.

Tujuan kegiatan untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu kekerasan berbasis
gender yang masih marak terjadi di masyarakat.

”Kami ingin mahasiswa tak hanya paham teori, tapi juga mampu berkontribusi langsung dalam isu-isu sosial yang nyata,” katanya.

Dia mengatakan, kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius. Berdasarkan catatan Komnas
Perempuan tahun 2024, tercatat lebih dari 400.000 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

Di Jawa Tengah sendiri, kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan
seksual mendominasi laporan.

”Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memahami urgensi isu tersebut dan dapat menjadi agen perubahan dalam menyuarakan keadilan serta menciptakan ruang aman di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Dalam paparannya, Mukharomah mengatakan, kasus kekerasan yang pernah terjadi lebih dari 50% adalah perempuan yang selalu menjadi korban kekerasan berupa pelecehan seksual.

Kasus tertinggi dan paling marak terjadi pada tahun 2020 sebanyak 151 korban dan pelaku dari kekerasan tersebut datang dari orang orang terdekat seperti teman, keluarga atau tetangga.

”Bentuk kekerasan terhadap beberapa korban bermacam macam seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis dan kekerasan penelataran,” ungkapnya.

Menurutnya, perlu ada edukasi publik tentang kekerasan berbasis gender dan pembentukan ruang aman dan mekanisme pelaporan di kampus.

”Selain itu juga pelu adanya kampanye digital yang kreatif oleh mahasiswa untuk menyuarakan isu ini secara luas,” tuturnya. St

You Might Also Like

PTS di Jateng Didorong Kembangkan MBKM untuk Melejit Berkelas Dunia
Tradisi Saling Memaafkan dan Berbuat Kebaikan lewat Halal Bihalal
Bulu Tangkis Piala Rektor USM Tuai Respons Positif dari Klub Peserta
PKM Departemen Ilmu Komunikasi Undip Dorong Guru Edukasi Ortu dan Murid Cegah Penyebaran Konten Pornografi
BAN PT Lakukan Surveilen Akreditasi ITB Semarang
TAGGED:Mahasiswa MBKM InternalUSM Gelar FGD
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?