
GROBOGAN (Jatengdaily.com) – Suara riang anak-anak SD Negeri 1 Belor pecah ketika jam istirahat tiba. Di sudut sekolah, sebuah poster berwarna cerah dengan gambar tangan kecil yang penuh sabun kini terpampang. Bagi sebagian orang, mungkin hanya selembar kertas bergambar.
Namun bagi Dwi Herdita, mahasiswa KKN Universitas Negeri Semarang (UNNES), poster itu adalah harapan besar agar anak-anak terbiasa menjaga kesehatan sejak dini.
Dwi, yang tengah menjalani program KKN di Desa Belor, setiap hari melihat kebiasaan anak-anak yang jarang mencuci tangan pakai sabun meski setelah bermain di luar atau selesai dari toilet. Dari pengamatan sederhana itu, lahirlah ide untuk membuat media edukasi berbentuk poster.
“Saya ingin pesan ini sederhana, tapi membekas. Karena kebiasaan kecil seperti mencuci tangan bisa menyelamatkan mereka dari banyak penyakit,” ujarnya dengan mata berbinar.
Poster itu dirancang penuh warna, dihiasi ilustrasi lucu agar mudah dipahami oleh anak-anak. Isinya menekankan lima waktu penting mencuci tangan dengan sabun: sebelum makan, setelah dari toilet, setelah bermain di luar rumah, setelah bersin, dan sebelum menyentuh makanan. Pesan sederhana yang, jika dilakukan konsisten, bisa menjadi benteng kesehatan bagi masa depan mereka.
Kepala SD Negeri 1 Belor, Faiyah Dian Iswari, S.Pd.SD, menyambut hangat inisiatif tersebut. Ia melihat betapa pentingnya mengajarkan kebiasaan baik sejak dini.
“Dengan adanya poster ini, mudah-mudahan siswa-siswi kami menjadikan cuci tangan bukan sekadar anjuran, tapi budaya yang otomatis dilakukan. Hal kecil ini bisa berdampak besar,” ungkapnya penuh harap.
Di antara riuh tawa anak-anak yang sesekali berhenti membaca poster bergambar sabun dan tangan bersih, ada optimisme yang tumbuh. Dari karya sederhana seorang mahasiswa, lahirlah sebuah gerakan kecil—gerakan yang mungkin tak segera terlihat hasilnya, tetapi kelak akan menentukan kualitas hidup generasi penerus.
Karena kesehatan bukan hanya soal pengobatan, melainkan kebiasaan yang dibangun sejak dini. Dan di Desa Belor, kebiasaan itu kini dimulai dari sebuah poster sederhana di dinding sekolah.
Penulis Tim KKN Unnes Giat 12 Desa Belor. St
0


