By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kesehatan Gigi dan Mulut Masih Jadi Tantangan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kesehatan Gigi dan Mulut Masih Jadi Tantangan

Last updated: 15 September 2025 09:04 09:04
Jatengdaily.com
Published: 15 September 2025 08:57
Share
Ilustrasi. Foyo: dok
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan 57 persen penduduk usia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi.

 

Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi seperti yang dikutip InfoPublik Minggu (14/9/2025) mengungkapkan hanya 11,2 persen atau sekitar 3 juta orang yang mencari pengobatan. “Kalau sakit gigi hilang dengan obat pereda nyeri, biasanya masyarakat tidak melanjutkan ke pengobatan. Padahal masalah giginya tidak selesai,” jelas Nadia.

Menurutnya, kasus karies, gigi berlubang, gigi tanggal, hingga radang gusi masih mendominasi. Rendahnya literasi kesehatan gigi memperparah kondisi ini.

Dokter Nadia menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat menyikat gigi pada waktu yang tidak tepat yaitu pagi hari saat mandi dan malam sebelum tidur, padahal yang dianjurkan adalah setelah makan.

“Selain itu, cara menyikat gigi juga sering terlalu singkat, hanya sekitar satu menit, sehingga kurang efektif. Padahal kesehatan gigi yang buruk bisa berdampak pada organ vital, termasuk jantung. Pada ibu hamil, infeksi gigi bahkan berisiko membahayakan janin,” ujar Nadia.

Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg. Usman Sumantri, menekankan bahwa peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Indonesia hebat dimulai dari menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pencegahan jauh lebih murah dan lebih mudah dibandingkan pengobatan,” kata drg. Usman.

Lanjutnya, hanya sebagian kecil masyarakat yang rutin memeriksakan diri ke dokter gigi. Dari seluruh penduduk yang mengalami masalah gigi dan mulut, hanya sekitar 10 persen yang secara teratur melakukan pemeriksaan.

Bahkan, hanya 2,8 persen yang menyikat gigi dengan benar pada waktu yang tepat. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan media sangat penting dalam meningkatkan edukasi publik.  “Pemerintah sudah menunjukkan perhatian besar melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang juga mencakup layanan gigi. Ke depan, perlu diperkuat upaya promotif dan preventif,” ujar drg. Usman dilansir dari laman Infopublik. she

You Might Also Like

Mbak Ita Ajak Masyarakat Ikut Terlibat Promosikan Pariwisata di Kota Semarang
Sadis, Dalam 3 Tahun Klinik Aborsi Ilegal Gugurkan 32.760 Janin
Kemenag Persiapkan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2021
Penggunaan Masker Ternyata Sudah Sejak Abad 17
Indonesia dan China Sepakat Kerjasama di Sejumlah Bidang
TAGGED:Kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?