By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: 97 Hunian Liar BKT Dibongkar, Ibu-ibu Pingsan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

97 Hunian Liar BKT Dibongkar, Ibu-ibu Pingsan

Last updated: 9 Mei 2019 15:46 15:46
Jatengdaily.com
Published: 9 Mei 2019 15:46
Share
Satpol PP membongkar bangunan terdampak proyek BKT. Sejumlah bangunan dibongjkar paksa. Foto:ugl
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Penertiban bangunan untuk hunian liar, Kamis (9/5/2019) di wilayah RT 5 RW 16 Tambakrejo, Semarang Utara berlangsung ricuh. Penertiban dilakukan sejak pukul  08.00 WIB dengan mengerahkan ratusan anggota Satpol PP.

Penertiban dilakukan dengan menggunakan Datau alat berat berupa excavator. Ibu-ibu histeris ketika bangunan untuk tempat tinggalnya dirobohkan. Bahkan ada seorang ibu yang menangis dan hingga jatuh pingsan.

“Biarkan saja mati, dosane ben kowe kabeh sing nganggo seragam sing bakal nanggung (dosa kalian akan tanggung sendiri, semua yang pakai seragam di sini,” ucap anak dari ibu tersebut.

“Ini bulan puasa kok perlakuannya seperti ini. Kalian yang berseragam aparat hidupnya tidak akan mulia,”  teriak salah satu warga.

Penertiban sebanyak 97 hunian liar tersebut berjalan tidak lancar. Lantaran warga memberikan perlawanan beberapa kali dengan aparat yang akan melakukan penertiban.

“Hari ini kita mulai penertiban 97 hunian liar di Kalimati. Untuk melanjutkan proyek  normalisasi Banjir Kanal Timur,” ujar Kepala Satpol PP, Endro PM.

Camat Semarang Utara, Aniceto Magno Da Silva menegaskan, pihaknya sebenarnya menyesal harus dilakukan eksekusi tersebut. Namun, area tersebut akan terkena dampak proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT).

Apalagi upaya mediasi yang beberapa kali dilakukan selalu diingkari sendiri oleh warga. Padahal para penghuni tersebut disiapkan Rusunawa Kudu dan beberapa rusunawa lain yang bisa ditempati.

“Selain itu satu kartu keluarga mendapatkan bantuan Rp 1,5 juta, 30 KK sudah mengambil. Kita sudah melakukan mediasi selama satu tahun, tapi tidak ada hasil,” tandasnya.Ugl–st

You Might Also Like

Pemerintah segera Bentuk Tim Khusus Berantas Premanisme
Presiden Resmikan Bandara Ngloram di Blora
Musim Hujan, Dinkes Ingatkan Bahaya DB
Jelang Lebaran, Perbaikan Jalan Pantura Ditargetkan Rampung H-10
Dorong SPMB Akuntabel, Wali Kota Semarang Terbitkan Surat Edaran Anti-Gratifikasi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?