By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Berbahaya Jika Tersentuh Kulit, Pembuang Limbah di Bantaran BKB Diburu
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Berbahaya Jika Tersentuh Kulit, Pembuang Limbah di Bantaran BKB Diburu

Last updated: 10 Juli 2019 15:59 15:59
Jatengdaily.com
Published: 10 Juli 2019 15:59
Share
Limbah di bantaran Kali Banjir Kabal Barat sangat berbahaya. Sebagian sudah mulai meresap ke dalam tanah. Foto:Ugl
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah Kota Semarang kini memburu pelaku pembuang limbah misterius bahan berbahaya dan beracun (B3) yang sengaja dibuang di bantaran Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang.

Pemkot melalui Satpol PP Kota Semarang, kini mencurigai beberapa pabrikan industri dan akan memanggil untuk dilakukan konfirmasi terkait keberadaan limbah yang mencemari sumber air baku PDAM Kota Semarang itu.

“Ada dua pabrik minyak di Kota Semarang yang akan kami panggil,” kata Marthen Dacosta, Kabid Penegak Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kota Semarang, saat evakuasi limbah, Rabu (10/7/2019).

Secara fisik kata Marthen, limbah tersebut mirip sejenis minyak yang telah beku. Limbah tersebut tidak berbau, namun terasa gatal jika tersentuh kulit. Beberapa di antaranya telah mencair dan meresap di tanah bantaran sungai.

“Kami juga akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi, untuk memetakan industri di Jateng apa saja yang sesuai dengan jenis limbah tersebut,” tuturnya.

Saat proses evakuasi, dilibatkan dua unit truk dan satu eskavator milik Dinas Lingkungan Hidup. Limbah itu dibawa menuju tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang Semarang.

“Limbah tersebut dibuang di TPA Jatibarang terpisah dengan sampah umum lainnya. Karena dikhawatirkan ikut kemakan sapi-sapi milik warga di sekitar sana,” jelasnya.

Sementara limbah yang sudah mencair agar tak ikut terbawa arus ke aliran sungai, sebisa mungkin ikut dikeruk lalu diurug dengan tanah.

“Banyak yang sudah mencair, tadinya ratusan dalam bentuk cetak drum, tapi ini tadi sekitar 50 an yang masih padat dievakuasi,” bebernya.

Terkait kandungan kimia B3 limbah, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang dibawa ke laboratorium Succofindo. Hasil lab akan menentukan langkah tindakan selanjutnya.

“Selain memanggil beberapa industri, kami menunggu hasil lab 15 hari ke depan. Lalu, apakah hasil itu akan dilakukan penyidikan atau bagaimana nanti koordinasi dengan Pemkot Semarang,” tukasnya.Ugl–st

You Might Also Like

Mahasiswa Fikom Unissula KKL ke Malaysia
Keseruan Republik, Abah Lala, dan Farel Hibur Warga Ambarawa
Rancang Event Spektakuler di Borobudur, Koreografer Asian Games Latih 12 Ribu Peserta
Pelaku Penambang Ilegal Galian C akan Ditindak Tegas
PSIS Persiapan untuk Kompetisi Lanjutan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?