SEMARANG (Jatengdaily.com) – Prihatin dengan kondisi lingkungan di wilayah Kelurahan Kemijen, khusus di sepanjang rel kereta api Cilosari yang tidak terawat kebersihannya, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi bergerak untuk cepat memimpin kerja bakti bersih-bersih sampah, Jumat (30/8).
Kerja bakti dilaksanakan sekaligus dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat, kegiatan tersebut menurut Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu, tidak hanya sekedar aktivitas seremoni mencari keringat, namun juga demi meningkatkan kebersihan guna mendukung pariwisata.
Pasalnya, Hendi mengatakan bahwa, daerah tersebut merupakan jalur rel yang setiap saat dilewati wisatawan yang datang naik – menggunakan kereta api.
“Kerja bakti ini tidak sekedar mencari keringat, tapi bagaimana memastikan pintu gerbang Kota Semarang melalui jalur kereta api, yaitu Cilosari yang setiap hari dilewati kereta api menjadi wilayah yang rapi, bersih, nyaman dan enak dipandang,” ujar Wali Kota Semarang itu.
Sehingga menurutnya, ketika Kelurahan Kemijen menjadi representasi wajah Kota Semarang, potret kebersihan tentu akan membuat wisatawan berpikir bahwa, Kota Semarang merupakan tujuan wisata yang bersih sampah, namun bisa pula sebaliknya.
Kerja bakti bersih-bersih sampah digerakkan Hendi bermula dari pantauan langsung saat hendak menuju Surabaya menggunakan Kereta Api. Ia menemukan pemandangan yang tidak sedap berupa gundukan sampah di pinggir rel.
Dirinya lantas melakukan identifikasi masalah terhadap beberapa persoalan terkait hal tersebut, mulai dari kesadaran masyarakat, ketiadaan tempat pembuangan sampah sementara, hingga perlunya mobilisasi truk pengangkut sampah yang lebih masif.
“Jadi hari ini kita bareng-bareng bergerak bersama, kita buktikan, kita bersihkan setelah itu kita rawat, semoga Kemijen-Cilosari menjadi kawasan yang top markotop,” harap Hendi.
Ditegaskannya dalam kesempatan tersebut, bahwa lingkungan akan jauh lebih sehat jika telaten dibersihkan secara bersama-sama. Maka ia pun berpesan kepada camat dan lurah untuk berkoordinasi dengan dinas terkait guna menyelesaikan berbagai masalah terkait sampah, bila memang tidak dapat diselesaikan di tingkat kecamatan.
Di sisi lain, untuk mewujudkan Kota Semarang yang lebih baik dan lebih hijau, Hendi juga telah berkordinasi dengan jajarannya untuk membuat gerakan penanaman pohon. Gerakan itu akan difokuskan pada lahan yang masih dapat ditanami agar Kota Semarang banyak pepohonan rimbun.
“Salah satu problematika Kota Semarang yang harus kita angkat bersama dan kita atasi adalah mengenai minimnya pohon yang ada di Kota Semarang,” papar Hendi. Maka saat memasuki musim penghujan kelak, ia mengajak warga untuk menanam pohon agar suhu Kota Semarang dapat turun, serta mengurangi panas dan terik. Ugl–st


