By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Dirjen Menhub: Waspadai Jalur Rawan Longsor Jelang Nataru
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dirjen Menhub: Waspadai Jalur Rawan Longsor Jelang Nataru

Last updated: 10 Desember 2019 09:24 09:24
Jatengdaily.com
Published: 10 Desember 2019 09:24
Share
Direktur Lalu Lintas Jalan Dirjen Hubda Kementerian Perhubungan, Pandu Yunianto dalam rapat kordinasi Nataru. Foto: adri
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Direktur Lalu Lintas Jalan Dirjen Hubda Kementerian Perhubungan, Pandu Yunianto meminta para pemudik mewaspadai jalur rawan bencana alam. Jalur rawan tersebut terindentifikasi di jalur pantura dan jalur selatan Jawa Tengah.

“Kami siagakan alat berat di jalur rawan longsor di wilayah selatan tepatnya Ciamis-Cilacap sampai Purworejo. Apalagi masuk musim hujan menimbulkan banjir seperti Pantura Brebes-Tegal-Pekalongan,” kata Pandu Yunianto dalam Rakor Persiapan Natal dan Tahun Baru Wilayah Jateng-DIY di Kabupaten Semarang, Senin (9/12/2019).

Dia menyebut untuk kelancaran pemudik juga dilaksanakan pembatasan operasional truk bersumbu tiga atau lebih, truk yang membawa kereta gandengan, dan truk yang mengangkut material atau barang galian. Pembatasan tersebut dijadwalkan pada puncak arus kendaraan yakni 20-21 Desember 2019 dan 31 Desember-1 Januari 2020.

“Fokus pembatasan operasional truk tersebut di Jalan Tol Semarang-Solo dan tiga jalan nasional non-tol, yakni di Jalur Tegal-Purwokerto, Klaten-Solo, dan Jogja-Magelang-Bawen,” ungkapnya.

Karena intensitas dan pengguna jalan diprediksi naik, dia mengintruksikan kepada pengelola jalan tol untuk menambah fasilitas di rest area.

“Ada kamar mandi rest area di tol kami temukan airnya macet, sehingga sangat jorok. Jadi kami minta pengelola rest area untuk tingkatkan kebersihan dan kenyamanan harus diperhatikan, bahkan jika perlu dibangun tenda untuk posko agar pelayanan bertambah baik,” jelasnya.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VII Semarang, Akhmad Cahyadi mengaku ada lima lintas dan jalan tol yang disiapkan untuk jalur mudik masuk Jawa Tengah. Yakni, jalur pantura, jalan tol dari Brebes hingga Solo, lintas Semarang-Bawen-Secang-Banjarnegara-Purwokerto, lintas Semarang-DIY-Purworejo-Kebumen, dan lintas selatan, mulai dari Tasikmalaya-DIY-Jawa Timur.

“Semua perbaikan jalan akan dihentikan pada 20 Desember 2019 untuk memberi kelancaran,” kata Akhmadi Cahyadi. Adry-she

You Might Also Like

Jateng Siap Kurangi Kemiskinan di 83 Desa
Wapres Ma’ruf Amin Minta Kawasan dengan Temuan Antraks agar Diisolasi
Ribuan Narapidana di Jateng Dapat Remisi Idul Fitri, 84 Orang Diantaranya Langsung Bebas
Terima Raffi Ahmad, Menpora Dito Bahas Pertandingan Amal untuk Legenda Tenis Indonesia
Cabang Jurnalistik dari Jateng Sumbang Perunggu, Tuan Rumah Juara Umum Porwanas XIV
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?