By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Disayangkan, Situs Bersejarah di Makkah Banyak Coretan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Disayangkan, Situs Bersejarah di Makkah Banyak Coretan

Last updated: 2 September 2019 12:28 12:28
Jatengdaily.com
Published: 2 September 2019 12:28
Share
Batu-batu di Situs Jabal Rahmah Makkah yang penuh dengan coretan. Foto: dok. kemenag
SHARE

MAKKAH (Jatengdaily.com) – Masa operasional haji di Kota Makkah memasuki pekan akhir. Saat ini, banyak jemaah haji yang memanfaatkan waktunya untuk melakukan wisata religi ke beberapa tempat. Antara lain, Jabal Rahmah, Gua Hira di Jabal Nur, Jabal Tsur, situs Hudaibiyah, dan sebagainya.

Tempat-tempat tersebut banyak menyimpan sejarah perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Dikutip dari laman kemenag.go.id, sayangnya, pantauan Media Center Haji (MCH) pada situs-situs tersebut banyak didapati tulisan-tulisan atau coretan dengan tinta yang sulit untuk dihapus, sehingga mengotori tempat tersebut.

Menanggapi fenomena tesebut, Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid mengimbau jemaah untuk ikut menjaga kebersihan dan kelestarian situs bersejarah yang ada di Kota Makkah.

“Kami mengimbau khususnya bagi para jemaah juga kepada warga kita yang melancong ke Arab Saudi, ketika berkunjung ke tempat-tempat bersejarah itu ya ikut menjaga kelestarian dan juga kebersihan dari tempat-tempat bersejarah tersebut,” pesan Subhan.

Subhan menyampaikan, sebetulnya pemerintah Arab Saudi memberlakukan denda bagi mereka yang tertangkap mengotori atau merusak situs-situs bersejarah tersebut. “Aturan-aturan tersebut sebenarnya ada, bahkan juga ada dendanya,” tutur Subhan.

Namun, saking maraknya coretan-coretan yang ada, maka sangat sulit mendeteksi pelakunya. “Banyak tulisan-tulisan itu, tidak tahu siapa penulisnya, dan apa maksud mereka menulis. Kadang kita tidak paham tulisan itu, kadang ada juga yang ditulis dengan bahasa kita,” tuturnya.

Subhan pun menegaskan, hal semacam ini tidak perlu diikuti oleh para jemaah. “Tempat-tempat itu kan sangat bersejarah dan punya makna sejarah yang luar biasa. Kalau itu dikotori dengan coretan-coretan semacam itu, sangat disayangkan sekali,” kata Subhan. yds

You Might Also Like

Akhir 2020, 900 Ribu Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Terbangun
Pembalak Liar Boyolali Ditangkap, Kayu Curian akan Dijual ke Gemolong
Kesaksian Mengejutkan di Tipikor Semarang: Retur Kakao Disebut Atas Ajakan Dekan, Aliran Dana Dibantah
Pelaku Penambang Ilegal Galian C akan Ditindak Tegas
Akhirnya Nikita Mirzani Jemput Sang Anak di Apartemen Jaksel Didampingi Polisi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?