Gelar Pertunjukan Baruklinting Pakai Multimedia, Saloka Raih Penghargaan Leprid

0
251
Cerita rakyat Baruklinting diangkat menjadi pertunjukan yang menggabungkan teknologi multimedia dan fountain di Saloka Theme Park, yakni Baruklinting Show. Foto : Budhi

TUNTANG (Jatengdaily.com) – Saloka Theme Park mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) karena mengangkat cerita rakyat Baruklinting, menjadi pertunjukan spektakular yang menggabungkan teknologi multimedia dan fountain, yakni Baruklinting Show.

Penghargaan diserahkkan oleh pendiri sekaligus Ketua Umum Leprid, Paulus Pangka kepada Chief Executive Officer (CEO) Saloka Theme Park, David Santoso Prasetyo, Sabtu (31/8/2019) malam.

‘’Saloka punya kepedulian terhadap legenda cerita rakyat dengan membuat pertunjukan Baruklinting Show menggunakan teknologi multimedia dan fountain. Ini sungguh luar biasa dan sangat menarik karena mengangkat legenda rakyat memanfaatkan kemajuan teknologi multimedia. Sebelum memberi penghargaan, kita lakukan survei dan mengamati langsung pertunjukkan Baruklinting Show,’’ kata Paulus Pangka usai penyerahan penghargaan di Saloka Theme Park Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

CEO Saloka Theme Park, David Santoso Prasetyo menerima penghargaan dari Leprid yang diserahkan oleh Paulus Pangka selaku pendiri Leprid. Foto : Budhi

Menurut Paulus, cerita rakyat yang diangkat Saloka menjadi sebuah pertunjukan permanen menggunakan teknologi multimedia dan fountain baru pertama di Indonesia. ‘’Cerita rakyat Bruklinting ini secara tidak langsung mengajak pengunjung Saloka untuk lebih mengenal dan mencintai cerita rakyat nusantara yang banyak mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dan budi pekerti,’’ ungkapnya.

Chief Executive Officer (CEO) Saloka Theme Park, David Santoso Prasetyo mengatakan dirinya hanya ingin mengangkat cerita rakyat Baruklinting menjadi sebuah pertunjukkan menggunakan teknologi multimedia. Dia tak mengira bakal mendapat penghargaan dari Leprid.

‘’Kita lihat di Indonesia belum ada pertunjukkan yang menggabungkan multimedia, fountain dan water screen projection. Kebetulan Saloka dekat Rawapening, kita mengangkat cerita Baruklinting agar orang lebih dekat dengan pertunjukkan yang kita tampilkan karena legenda rakyat semakin ditinggalkan,’’ jelasnya.

Menurut David, saat ini Saloka memiliki 25 wahana permainan dan satu pertunjukkan Baruklinting Show. Nama-nama wahana permainan tersebut semuanya menggunakan nama Jawa. ‘’Untuk menarik pengunjung perlu inovasi baru. Kalau Baruklinting Show direspon bagus, mungkin kita kembangkan cerita rakyat lainnya,’’ katanya.

Sementara itu, Bupati Semarang dr Mundjirin yang juga menerima penghargaan dari Leprid sebagai pendukung pertunjukan Baruklinting Show menyampaikan ucapan terima kasih kepada Saloka dan Leprid.

‘’Ini (Baruklinting Show, red) produk dari kita untuk kita. Ternyata ini dilihat oleh Leprid, kami terima kasih kepada Paulus yang memberi penghargaan kepada Saloka, mudah-mudahan Saloka tambah maju,’’ katanya. rus-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here