By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Harga Cabai Mahal, Cabai Kering Banyak Diminati
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Harga Cabai Mahal, Cabai Kering Banyak Diminati

Last updated: 18 Juli 2019 16:06 16:06
Jatengdaily.com
Published: 18 Juli 2019 16:06
Share
Penjual cabai di salah satu pasar tradisional di Tegal. Foto: wing
SHARE

Tegal (Jatengdaily.com) – Melambungnya ‎harga cabai di pasar tradisional Kota Tegal, Jawa Tengah hingga menembus Rp 70.000 per kilogram, membuat banyak konsumen beralih mencari cabai kering.

Salah satu pedagang, Arifia, 42 tahun, mengatakan,‎ harga berbagai jenis cabai saat ini mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir. “Sudah tiga hari naik terus,” Selasa 16 Juli 2019.

Jenis cabai yang mengalami kenaikan paling tinggi yakni rawit merah. Dari sebelumnya Rp 50.000 per kg, kini harganya melonjak menjadi Rp 70.000 per k‎g. Kemudian cabai rawit hijau dari sebelumnya Rp 35.000 per kg menjadi Rp 60.000 per kg.

“Yang lainnya juga naik walaupun tidak besar. Cabai hijau besar dari Rp 20.000 per kilo menjadi Rp 25.000‎ per kilo. Cabai merah besar jadi Rp 50.000 per kilo dari sebelumnya Rp 45.000‎ per kilo,” ungkapnya, Kamis (18/7/2019).

Menurut Arifia, kenaikan tersebut ‎dipicu berkurangnya pasokan yang berasal dari Tanjung, Kabupaten Brebes. Biasanya dia bisa mendapat pasokan sampai dua kuintal, sekarang hanya berkisar 60 sampai 70 kg. “Katanya dari petaninya sudah berkurang karena faktor cuaca,” ucapnya.

Melambungnya harga komoditas bumbu dapur itu menurut Arifia membuat pembeli mengurangi pembelian. Ada juga pembeli yang beralih ke cabai kering karena harganya yang lebih murah.

“Sejak harganya naik, pembeli yang jualan nasi ponggol, warteg, dan bakso sekarang carinya cabai kering yang kondisinya sudah tidak segar. Cabai rawit yang kering ‎harganya Rp 50 ribu per kilo,” ujarnya.

Arifia menyebut kenaikan harga kali ini merupakan yang tertinggi pada tahun ini. Terakhir kali, kenaikan paling tinggi terjadi pada tahun lalu. “Tahun lalu paling mahal Rp 45.000 per kilo,” sebutnya.

Pedagang lainnya, Suryati, 50 tahun, juga mengeluhkan berkurangnya pembeli sejak harga cabai mengalami kenaikan. Dia pun terpaksa mengurangi stok cabai yang dijual.

“Saya menyediakan lima kilogram saja tidak habis. Padahal biasanya menjual sampai 10 kilo,” ungkapnya. wing-she

You Might Also Like

Nataru, Hendi Siapkan Rumdin Wali Kota untuk Isolasi Pasien COVID-19
Masjid Raya Baiturrahman Direnovasi, PUPR Bantu Rp 84,2 Miliar 
Cek Kesiapan Personel di Mako Brimob Surakarta, Kapolda Jamin Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah Aman
BAZNAS Demak Mantapkan Sinergi Zakat, Targetkan Pengumpulan Rp 10,2 Miliar di 2025
BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Sejumlah Wilayah, Termasuk di Jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?