Jelang Final Liga Champions, Klopp Tak Peduli Rekor Buruknya

Final Liga Champions Liverpool vs Tottenham Hotspur digelar Minggu (2/6/2019) dinihari WIB. Foto: twitter championsleague

MADRID (Jatengdaily.com) – Final Liga Champions segera dihelat Minggu (2/6/2019) dinihari pukul 02.00 WIB di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid,  Dua tim Liga Inggris yakni Liverpool dan Tottenham Hotspur akan saling berseteru merengkuh trofi tersebut.

Selain prediksi dan rekor tim, justru yang menarik perhatian publik jelang final ini adalah rekor buruk yang disandang pelatih Liverpool Juergen Klopp selama membawa timnya ke final. Ini menjadi final ketujuh Klopp sejak 2013. Namun, pada enam final sebelumnya, Klopp selalu gagal meraih gelar juara.

Klopp dua kali membawa Liverpool ke final Liga Champions. Selain ini tahun ini, sebelumnya di Kiev, Ukraina, Liverpool tampil di final kontra Real Madrid. Namun Liverpool menyerah 1-3 akibat dua blunder fatal Loris Karius dan gol salto spektakuler Gareth Bale .

Pelatih Liverpool Juergen Klopp dalam sesi latihan jelang final Liga Champions. Foto: twitter champhionsleague

Selain di Liga Champions Klopp gagal di final tidak hanya satu kali. Empat tahun lalu, The Reds juga harus puas menjadi finalis Piala Liga Inggris dan Liga Europa. Liverpool takluk oleh Manchester City lewat adu penalti pada final Piala Liga. Tiga bulan kemudian mereka menyerah di tangan Sevilla pada laga puncak Liga Europa.

Rekor lain yang memperburuk catatan Klopp, ketika dia masih menukangi Borussia Dortmund. Empat kali membawa Borussia Dortmund ke final, Klopp cuma menang sekali. Itupun, pada percobaan pertama saat mengalahkan Bayern Muenchen pada final DFB Pokal 2011-2012.

Sisanya, Dortmund dan Klopp selalu gagal. Diawali dengan kekalahan dari Muenchen pada final Liga Champions 2012-2013, Die Borussen dua kali kalah pada final DFB Pokal.

Namun Klopp cuek dengan rekor-rekor dirinya itu. Bahkan dia mempunyai keyakinan akan menang di final. Dengan tegas dia mengatakan bahwa tidak ada yang namanya kesialan dalam sejarah kariernya. “Semuanya berbeda. Jika saya menjadi penyebab kekalahan di enam laga final, maka semua orang perlu khawatir,” kata Klopp dikutip dari BBC.

“[Final Liga Champions] tahun lalu kami kalah karena kebobolan sebuah gol kelas dunia dan dua gol aneh yang tidak biasanya kami alami. Saya bukannya tidak mujur. Istri saya selalu bertanya kapan pertandingan terakhir dalam semusim karena sejak 2012, dan selain 2017, tim saya selalu masuk ke final,” imbuhnya.

Pochettino Tak Terbuai
Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino tak terbuai rekor buruk Juergen Klopp tersebut. .Pochettino menegaskan bahwa Klopp harus dipuji karena telah mencapai tiga final Liga Champions.

Ia menilai tidak seharusnya Klopp dikritik karena kehilangan dua final sebelumnya. “Juergen adalah manajer yang sangat sukses, dia hebat, dia selalu bahagia, dia optimistis, dia spontan, dia alami,” kata Pochettino.

Menurut Pochettino, masuk final Liga Champions saja merupakan sesuatu yang sulit. “Anda perlu percaya bahwa alam semesta berkonspirasi, dan Anda mengangkat trofi,” katanya. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here